Andi Bunga Tongeng1*, Rita Tahir Lopa1, Farouk Maricar1, Bambang Bakri1
1Departemen Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin, Makassar, INDONESIA
*Corresponding author: andibunga@gmail.com
Andi Bunga Tongeng(1)*, Rita Tahir Lopa(1), Farouk Maricar(1), Bambang Bakri(1)
1Departemen Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin, Makassar, INDONESIA
*Corresponding author: andibunga@gmail.com
Sabo dam tipe terbuka (tipe beam) merupakan bangunan pengendali sedimen yang dirancang untuk menahan material kasar seperti boulder pada aliran debris. Efektivitas struktur ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi geometrik, khususnya jarak antar beam, serta kondisi hidraulik seperti kemiringan dasar saluran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penahanan boulder pada sabo dam tipe terbuka berdasarkan variasi jarak antar beam (2 cm, 3 cm, dan 4 cm) dan kemiringan dasar (6°, 8°, dan 10°). Penelitian dilakukan melalui percobaan laboratorium menggunakan flume dengan material boulder berdiameter 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penahanan sangat dipengaruhi oleh rasio S/D (jarak antar beam terhadap diameter partikel). Selain itu, peningkatan kemiringan dasar menyebabkan penurunan efektivitas penahanan akibat meningkatnya energi aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio antara ukuran boulder dan bukaan sabo dam menjadi faktor dominan dalam menentukan efektivitas penahanan.
REFERENSI
Buffington, J.M., and Montgomery, D.R. (1997). “A systematic analysis of eight decades of incipient motion studies, with special reference to gravel-bedded rivers.” Water Resources Research, 33(8), 1993–2029. https://doi.org/10.1029/96WR03190
Diyanti, P., Pallu, M.S., Lopa, R.T., and Thaha, M.A. (2018). “The monitoring method of water quality in Ciliwung River for post restoration.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 157, 012033. https://doi.org/10.1088/1755-1315/157/1/012033
Graf, W.H. (1984). Hydraulics of Sediment Transport, McGraw-Hill, New York.
Graf, W.H., and Altinakar, M.S. (1998). Fluvial Hydraulics, John Wiley & Sons, Ltd., Chichester, England.
Haeruddin, C.M. (2018). “Analisis penurunan energi aliran debris menggunakan sabo dam tipe slit di Sungai Jeneberang.” Jurnal Teknik Sipil, Indonesia.
Iverson, R.M. (1997). “The physics of debris flows.” Reviews of Geophysics, 35(3), 245–296. https://doi.org/10.1029/97RG00426
Julien, P.Y. (2010). Erosion and Sedimentation, Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom. https://doi.org/10.1017/CBO9780511806049
Kobayashi, T., Aibara, T., and Harada, H. (1997). “Vorticity distribution of horseshoe vortex on scoured bed.” Proc. 27th Congress of the IAHR, San Francisco, California, Theme A, 202–207.
Li, X. (2025). “Experimental study on sediment trapping efficiency of slit-type sabo dams under debris flow conditions.” Journal of Hydraulic Research
Liu, Y. (2025). “Experimental investigation of boulder transport behavior in debris flow using flume tests.” International Journal of Sediment Research
Maricar, F. (2012). “Perilaku aliran debris campuran sedimen, air, dan kayu pada sabo dam tipe terbuka.” Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil, Indonesia.
Mizuyama, T. (2008). “Structural countermeasures for debris flow disasters.” International Journal of Erosion Control Engineering, 1(2), 38–43. https://doi.org/10.13101/ijece.1.38
Piton, G., and Recking, A. (2016). “Design of sediment traps with open check dams.” Journal of Hydraulic Engineering, 142(2). https://doi.org/10.1061/(ASCE)HY.1943-7900.0001048
Shields, A. (1936). “Application of similarity principles and turbulence research to bed-load movement.” Mitteilungen der Preußischen Versuchsanstalt für Wasserbau und Schiffbau, Berlin.
Takahashi, T. (2007). Debris Flow: Mechanics, Prediction and Countermeasures, Taylor & Francis, London. https://doi.org/10.1201/9780203946282