PERILAKU TORSI PADA BALOK BAJA CANAI DINGIN PROFIL TERTUTUP KANAL GANDA

Fiqri Anra Wijaya1*, Ali Awaludin 1
, Ashar Saputra1
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyak

1,2,3 Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA

*Corresponding author: maulida.amalia1893@ugm.ac.id

INTISARI

Baja canai dingin memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan baja konvesional, diantaranya yaitu memiliki massa yang ringan, kekuatan tinggi, mudah diproduksi, proses instalasi yang lebih cepat dan mudah, dapat didaur ulang serta tahan terhadap serangan rayap. Di Indonesia baja canai dingin umumnya digunakan sebagai struktur atap. Namun, pasca gempa Lombok – Nusa Tenggara Barat pada tahun 2018 silam, pemerintah mulai mengem-bangkan rumah hunian tahan gempa yang terbuat dari susunan baja canai dingin. Salah satu inovasi rumah hunian tersebut adalah Rumah Instan Baja Ringan (RISBARI). Pada baja canai dingin sendiri yang cenderung memiliki elemen badan dan sayap yang cukup tipis sehingga sangat mudah mengalami Lateral Torsional Buckling (LTB), LTB adalah keadaan dimana elemen balok mengalami tekuk arah lateral sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan struktur sebelum mencapai tegangan leleh maksimum. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku torsi balok baja canai dingin profil kanal ganda dengan penampang tertutup. Hasil pengujian menunjukan bahwa terjadi penurunan beban ketika bentang spesimen semakin panjang. Dimana beban rerata maksimum ditunjukan oleh balok baja dengan bentang 1500 mm sebesar 3,23 kN, sedangkan beban rerata minimum ditunjukan oleh balok baja dengan bentang 2500 mm sebesar 2,84 kN. Benda uji dengan panjang 2500 mm memiliki nilai defleksi horizontal dan vertikal yang besar terhadap beban yang terjadi pada benda uji tersebut, sedangkan benda uji dengan bentang 1500 memiliki nilai kecil terhadap beban. Tegangan maksimum yang terjadi pada pengujian adalah pada benda uji dengan bentang 1500 mm sebesar 413 MPa dan yang terendah adalah pda benda uji dengan bentang 2500 mm sebesar 391 mm. dimana nilai ini belum mencapai nilai tegangan leleh dari material baja canai dingin tersebut sebesar 550 MPa, sehingga seluruh benda uji masih dalam kondisi elastik.

Loading...

REFERENSI

Awaludin, A., Y Adiyuano and F A Mursyid. (2020). RISBARI: an alternative house model for the 2018 Lombok
earthquake affected people. IOP Conf. Ser.: Mater. Sci. Eng. 849 012069.
Dewobroto, W. (2016). Struktur Baja: Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010 EDISI ke-2. Tanggerang: Jurusan
Teknik Sipil UPH.
Haruni, A. (2023) Perilaku Torsi Pada Balok Baja Canai Dingin Profil Terbuka Kanal Ganda. Yogyakarta,
Universitas Gadjah Mada
Selvaraj, S., & Madhavan, M. (2019). Structural design of cold-formed steel face- to-face connected built-up beams
using direct strength method. Journal of Constructional Steel Research, 160, 613–628.
Wan, H. X., Huang, B., & Mahendran, M. (2021). Experiments and numerical modelling of coldformed steel beams
under bending and torsion. Thin-Walled Structures, 161(November 2020), 107424.
https://doi.org/10.1016/j.tws.2020.107424
Wang, L., & Young, B. (2016). Behavior of Cold-Formed Steel Built-Up Sections with Intermediate Stiffeners under
Bending. II: Parametric Study and Design. Journal of Structural Engineering (United States), 142(3), 1–11.
Wang, L., & Young, B. (2018). Behaviour and design of cold-formed steel built- up section beams with different
screw arrangements. Thin-Walled Structures, 131, 16–32.
Yasinta, M. (2021) Pengaruh Jarak Sekrup Terhadap Kapasitas dan Perilaku Penampang Tersusun Box (Closed
Section) Baja Canai Dingin. MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL, doi: mkts.v22i2.12871