Pemilihan Moda dan Kemauan Menggunakan Kereta Api Perkotaan di Yogyakarta

M.I.T. Syamsuddin1, I. Muthohar2*, Dewanti2
1Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,INDONESIA
2Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: imam.muthohar@ugm.ac.id

INTISARI

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengalami transformasi dari kawasan kompak pada tahun 1990 menjadi lebih luas dan tersebar pada tahun 2017. Pertumbuhan penduduk yang pesat menciptakan kepadatan tinggi, dengan 65% lahan digunakan untuk pemukiman. Penelitian ini mengkaji jenis moda kereta api yang sesuai dengan karakteristik wilayah sekaligus menganalisis probabilitas kemauan menggunakan kereta api perkotaan di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Berdasarkan karakteristik wilayah, moda yang paling sesuai adalah trem otonom tanpa rel atau yang biasa disebut Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Hal ini disebabkan ART memiliki keunggulan dari segi biaya dan kompleksitas konstruksi. Kemauan menggunakan kereta api perkotaan dianalisis menggunakan pendekatan stated preferences dengan memberikan survey dengan faktor perbedaan tarif, waktu tunggu, jarak tempuh ke halte, konektivitas, dan waktu tempuh layanan. Survey ini mendapatkan hasil berupa kemauan menggunakan kereta api perkotaan dalam tiga skenario yaitu optimis, moderat, dan pesimis dengan probabilitas mau menggunakan secara
berurutan sebesar 77,6%; 66,3%, dan 55,0%.

REFERENSI

Aizaki, H., Nakatani, T. and Sato, K. (2014) Stated preference methods using R. 1st Ed., Stated Preference
Methods Using R. 1st Ed. New York: Chapman and Hall/CRC. doi: 10.1201/b17292.
Badan Pusat Statistik Provinsi D.I Yogyakarta (2023) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka.
Yogyakarta: Badan Pusat Statistik Provinsi D.I Yogyakarta.
Dinas Perhubungan D.I. Yogyakarta (2021) Transportasi Dalam Angka 2021. Available at: https://dishub.jogjaprov.go.id/index.php?preview=1&option=com_dropfiles&format=&task=frontfile.download&c
atid=114&id=215&Itemid=1000000000000.
Jalanastri, N. K., Mukti, E. T. and Azwansyah, H. (2019) ‘Penentuan Koridor Jalur Kereta Api Di Kalimantan
Barat Berbasis Kawasan Perkebunan’, Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 6(3), pp. 1–11.
Kroes, E. P. and Sheldon, R. J. (1988) ‘Stated Preferences Methods’, Journal of Transport Economics and Policy,
pp. 11–25. Available at: http://www.bath.ac.uk/e-journals/jtep/pdf/Volume_XX11_No_1_11-25.pdf.
Ortúzar, J. de D. and Willumsen, L. G. (2011) Modelling Transport, Modelling Transport. doi:
10.1002/9781119993308.
Rozano, B. and Yan, W. (2018) ‘Monitoring the transformation of Yogyakarta’s urban form using remote sensing
and Geographic Information System’, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 148(1). doi:
10.1088/1755-1315/148/1/012010.
Sugeng, R., Nasuon, E. F. and Hasanah, E. U. (2016) ‘Kinerja Teknis dan Analisis ATP WTP Angkutan Trans
Jogja’, Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2016 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta,
(June), pp. 91–98. Available at:
https://www.researchgate.net/publication/317240602_KInerja_Teknis_dan_Analisis_ATP_WTP_Angkutan_Trans
_Jogja.
Sulistyorini, R. and Herianto, D. (2010) ‘Analisis Multi Kriteria Sebagai Metode Pemilihan Suatu Alternatif Ruas
Jalan di Propinsi Lampung’, Jurnal Rekayasa, 14, p. 3.
Valentine, V., Devi, M. K. and Pramana, A. Y. E. (2020) ‘Jangkauan Layanan Trans Jogja Terhadap Sebaran
aktivitas Di Kawasan Perkotaan Yogyakarta’, Jurnal Transportasi, 20(3), pp. 171–180.
Wahyuhana, R. and Prabawa, B. A. (2021) ‘Kinerja Ekonomi Kawasan Perkotaan Yogyakarta Melalui Analisis
Spasial’, Plano Madani, 10(1), pp. 76–89