M.F.N. Aulady1*, A.H. Khuluqi1, N.D. Agustin1
1Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya, INDONESIA
*Corresponding author: mohamadaulady@itats.ac.id
MM.F.N. Aulady(1)*, A.H. Khuluqi(1), N.D. Agustin(1)
1Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya,
INDONESIA
*Corresponding author: mohamadaulady@itats.ac.id
Bencana merupakan suatu peristiwa yang terjadinya tidak dapat diduga dan dapat menyebabkan kematian serta kerusakan. Dalam upaya mitigasi bencana banjir. Kota Semarang digolongkan sebagai kota yang rawan terkena bencana banjir dikarenakan lokasi yang berdekatan dengan laut, pemanfaatan lahan, intensitas curah hujan serta adanya variasi kontur tanah di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan banjir di Kota Semarang menggunakan software QGIS, data yang digunakan meliputi data topografi (DEM) dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan data curah hujan periode Desember 2024-Februari 2025 dari BMKG. Analisis dilakukan melalui klasifikasi kemiringan lereng dan intensitas curah hujan, selanjutnya dilakukan analisis Multi Criteria Evaluation (MCE) dengan pendekatan weighted overlay. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kemiringan lereng rendah dan intensitas curah hujan tinggi memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi, terutama di Kecamatan Tugu, Genuk dan Semarang Utara. Metode kuantitatif hidro-geomorfologi menjadi metode penelitian yang diterapkan dalam riset ini dengan menggabungkan informasi terkait bentuk lahan, data topografi, data curah hujan, pola aliran air, serta daerah rawan banjir di Kota Semarang. Banyak daerah yang tergolong rawan banjir di Semarang setelah dilakukan pemetaan dan didasarkan hasil validasi dari peta rawan banjir oleh PPID Kota Semarang, ada beberapa titik rawan banjir yang berbeda di kota ini. Rencana mitigasi banjir di wilayah ini dapat dilakukan oleh pemerintah serta masyarakat apabila terdapat peta wilayah rawan banjir.
REFERENSI
Andrian, J., & Haryati, A. (2023). Pemetaan potensi rawan banjir menggunakan sistem informasi geografis di Kota Bandung. Universitas Winaya Mukti.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2010). Kondisi Cuaca Ekstrem dan Iklim Tahun 2010-2011.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang. (2025). Peta Ancaman Banjir: Updating Peta Risiko Bencana dan SEMARISK Tahun 2025.
BNPB. (2024). Data Bencana Indonesia 2023. Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Darmawan, K., & Suprayogi, A. (2017). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Di Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay Dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip, 6(1).
JPNN.com Jateng. (2022, 19 Oktober). Hujan Deras, Selokan Tak Kuat Tampung Air, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Semarang Banjir.
Open Street Map Wiki. (2025). Semarang. Diakses pada pada 18 Juli 2025.
Purnomo, H . (2009). Manajemen Bencana Respon dan Tindakan Terhadap Bencana. Media Pressindo.
Putra, I. S. W., Hermawan, F., & Hatmoko, J. U. D. (2020). Penilaian kerusakan dan kerugian infrastruktur publik akibat dampak bencana banjir di Kota Semarang.
Ramdhany, A. D. Wiranegara, H. W. Luru, M. N. (2021). Zonasi Tingkat Kerentanan Fisik Atas Banjir Rob Kecamatan Tugu di Kota Semarang. Jurnal Bhuwana.
Saputro, E. W., Puspita, I., Sukmawati, N., & Ulya, C. (2021). Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Morfologi dan EBI Pada Surat Kabar Republika.
Sidiq, W. A. B. N., Hanafi, F., Priakusuma, D., Haruman, W., Sumarso, M. Y., & Setyowati, N. (2020). Analisis Banjir Genangan di Kawasan Tembalang dan Sekitarnya.
Tim Redaksi CNBC Indonesia. (2022, 31 Desember). Ganjar Bongkar Biang Kerok Banjir di Semarang Ini Dia. CNBC Indonesia.
Triyanto, D., Sholeh, M., & Hasan, F. N. (2023). Implementasi Business Intelligence Menggunakan Tableau Untuk Visualisasi Data Dampak Bencana Banjir di Indonesia.