Optimalisasi Pengembangan Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Untuk Mendukung Pengembangan Kawasan Industri Kendal di Kawasan Hinterland Pelabuhan

D.N.N.Prasetya1, I. Muthohar2*, B. Triatmodjo2
1Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,
INDONESIA
2Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: imam.muthohar@ugm.ac.id

INTISARI

Provinsi Jawa Tengah merupakan suatu wilayah yang secara geografis memiliki letak yang cukup strategis yaitu berada di tengah-tengah Pulau Jawa (terletak diantara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur serta berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta). Untuk mendorong tercapainya target pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah sebesar 7% pada Tahun 2024-2029 telah dibangun Kawasan Industri baru di sekitar Kawasan Pantai Utara Jawa Tengah dengan pertimbangan jarak yang dekat dengan sarana transportasi laut. Saat ini potensi bangkitan kargo di Provinsi Jawa Tengah khususnya dari kawasan industri eksisting adalah sekitar 2.500.000 Teus per tahun. Dengan adanya potensi komoditas di Provinsi Jawa Tengah tersebut, tentunya diperlukan infrastruktur transportasi yang dapat mendukung distribusi barang hasil produksi khususnya yang dapat memenuhi kebutuhan pelayanan ekspor dan impor agar dapat berjalan beriringan dengan tercapainya target pertumbuhan perekonomian. Di Provinsi Jawa Tengah hanya terdapat satu pelabuhan dengan hierarki Pelabuhan Utama yang dapat mengakomodasi kebutuhan pelayanan kegiatan ekspor dan impor. Namun dengan adanya potensi bangkitan kargo yang ada, saat ini di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang justru memiliki kendala dengan tidak tercapainya target realisasi pelayanan kargo karena dari kapasitas pelabuhan yang berada pada angka 1.500.000 Teus per tahun sampai dengan saat ini baru tercapai sekitar 750.000 Teus per tahun yang artinya baru tercapai sekitar 50%. Banyak hal yang membuat menurunnya minat pengguna jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan diperlukan strategi untuk dapat menjaring potensi bangkitan kargo yang ada. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi mengatasi permasalahan kurang optimalnya realisasi kapasitas pelabuhan pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kesimpulan dan saran yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan pelabuhan kedepan.

REFERENSI

Triatmodjo, B. (2009). Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset Yogyakarta.
Rodrigue, J P. 2020. Transportation Terminals. 5. New York: Routledge.
UNCTAD. (2018). Handbook of Statistic 2018 – Maritime transport. Geneva : United Nations.
Transportation Research Board of The National Academies. 1992. Transit Cooperative Research Program.
Michigan: Multisystem.Inc.
Boile, M, S Theofanis, dan A Strauss-Wieder. 2008. “Feasibility of Freight Villages in the NYMTC Region.”
Naish, Stuart, dan Peter Baker. 2004. “Materials Handling: Fulfilling the Promises, Logistics, and Transport
Focus.” 6 (1): 18-26.
Peraturan Menteri Perhubungan No. 72 Tahun 2017 Tentang Jenis, Struktur, Golongan, dan Mekanisme Penetapan
Tarif Jasa Kepelabuhanan.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Tanjung Emas
Semarang
Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 1982 tentang DLKr dan
DLKp Pelabuhan Tanjung Emas.
Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. KP 432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan
Nasional
Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal –
Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan – Purworejo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan
Tegal – Brebes – Tegal – Pemalang
Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun
2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Villers, G. 2015. “Inland Intermodal Terminals and Freight Logistics Hubs.” WIT Transactions on State of the
Art in Science and Engineering 86: 123-150.
Yani, Muhammad. 2021. “Studi Pemanfaatan Moda Angkutan Kereta Api untuk Mengangkut Semen Tonasa di
Koridor Makassar-Parepare, Sulawesi Selatan.”
Yunani, Akhmad, dan Dhanang Widijawan. 2020. “Logistik dalam Beragam Perspektif: Evolusi Konsep, Praktik,
dan Isu Kebijakan di Indonesia.” Jurnal Logistik Bisnis 10(2):52-59.