A. Rahmawati1*, N.N.N. Marleni1

1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA

*Corresponding author: arirahmawati@mail.ugm.ac.id

Kinerja Low Impact Development (LID) dalam Mereduksi Limpasan, Genangan, dan Total Suspended Solids (TSS) Menggunakan EPA SWMM 5.2 di Kota Magelang

A. Rahmawati(1)*, N.N.N. Marleni(1)

1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA

*Corresponding author: arirahmawati@mail.ugm.ac.id

INTISARI

Perkembangan kawasan perkotaan meningkatkan luas impervious area yang berdampak pada peningkatan limpasan permukaan, potensi genangan, serta penurunan kualitas air. Kota Magelang sebagai wilayah dengan curah hujan tinggi menghadapi permasalahan genangan akibat keterbatasan kapasitas sistem drainase, sehingga diperlukan pendekatan pengelolaan air hujan yang berkelanjutan melalui Low Impact Development (LID). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem drainase serta efektivitas LID terhadap limpasan, genangan, dan kualitas air menggunakan parameter Total Suspended Solids (TSS). Analisis dilakukan menggunakan EPA SWMM 5.2 dengan skenario eksisting, bioretention, permeable pavement, sumur resapan, dan kombinasi LID sebesar 20% dari luas area kedap pada masing-masing subcatchment, dengan hujan kala ulang 2 dan 5 tahun. Hasil menunjukkan bahwa LID mampu mereduksi limpasan sebesar 20–86%, menurunkan genangan hingga mendekati 100%, dan mengurangi TSS sebesar 20–87%. Bioretention dan sumur resapan
menunjukkan kinerja paling optimal dengan tingkat reduksi masing-masing 31−87% dan 31−83%, sedangkan permeable pavement memiliki efektivitas lebih rendah yaitu sekitar 20–50%. Kombinasi LID menunjukkan tingkat reduksi menengah, yaitu sekitar 29–71%. Variasi hasil dipengaruhi oleh karakteristik tata guna lahan dan intensitas hujan. Secara keseluruhan, penerapan LID pada sebagian area kedap berpotensi meningkatkan kinerja sistem drainase perkotaan secara berkelanjutan.

REFERENSI

Al Amin, M.B., Sujono, J., dan Triatmadja, R. (2024). “Urban flood mitigation by implementing LIDs (Case study: Bendung watershed in Palembang city).” Journal of the Civil Engineering Forum, 10(1), 53–64.

Budiarti, W., Gravitiani, E. dan Mujiyo (2018). “Analisis Aspek Biofisik dalam Penilaian Kerawanan Banjir di Sub DAS Samin Provinsi Jawa Tengah”. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(1), pp. 96–108.

Cai, Q., dan Lin, J. (2024). “Analysis of Runoff Reduction Effects Under Different Rainfall Intensities.” Dalam Hydraulic and Civil Engineering Technology IX, Z. Wang et al. (Eds.). IOS Press. https://doi.org/10.3233/ATDE241061

Dietz, M.E. (2007). “Low impact development practices: A review of current research and recommendations for future directions.” Water, Air, & Soil Pollution, 186(1–4), 351–363.

EPA, U., dan Center, L. (2000). “Low impact development (LID): A literature review.” Washington, DC, Environmental Protection Agency, Office of Water and Low Impact Development Center

Gobel, P., Dierkes, C., dan Coldewey, W.G. (2007). “Storm water runoff concentration matrix for urban areas.” Journal of Contaminant Hydrology, 91(1–2), 26–42.

Garbanzos, S., dan Maniquiz-Redillas, M. (2022). “Assessing the flow reduction of low impact development controls in a residential setting.” Journal of Appropriate Technology, 8(3), 144–152. https://doi.org/10.37675/jat.2022.00213

Mawardi, I. (2016). Kajian Pembentukan Kelembagaan Untuk Pengendalian Konversi dan Pengembangan Lahan, Peran dan Fungsinya. Jurnal Teknik.

Naeini, A.M., Tabesh, M., dan Soltaninia, S. (2024). “Modeling the effect of land use change to design a suitable low impact development (LID) system to control surface water pollutants.” Journal of Cleaner Production, 258, 120658.

Pemerintah Kota Magelang. (2025). “Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025–2029.” Sekretariat Daerah Kota Magelang, Magelang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2024). “Dataset Jenis Tanah Provinsi Jawa Tengah.” Portal Data Terbuka Provinsi Jawa Tengah. https://data.jatengprov.go.id/

Rossman, L.A., dan Huber, W.C. (2016). “Storm Water Management Model Reference Manual Volume III – Water Quality.” U.S. Environmental Protection Agency, Washington, D.C., EPA/600/R-16/093.

Savitri, Y. R. (2017). “Penerapan Low Impact Development (LID) untuk meminimalisir genangan.” Jurnal Hidroteknik, 2(1), 35–42. https://doi.org/10.12962/jh.v2i1.4400

Taghizadeh, S., Khani, S., dan Rajaee, T. (2021). “Hybrid SWMM and particle swarm optimization model for urban runoff water quality control by using green infrastructures (LID-BMPs).” Urban Forestry & Urban Greening, 60, 127032.

Winston, R.J., Page, J.L., dan Hunt, W.F. (2013). “Catchment Scale Hydrologic and Water Quality Impacts of Residential Stormwater Street Retrofits in Wilmington, North Carolina.” Low Impact Development 2011: Innovative Designs for Sustainable Stormwater Management, 375–384.