M.R. Sugema1*, A.Putri1, Hanafi1
1Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, INDONESIA
*Corresponding author: rafi.sugema@student.unjani.ac.id
Kerusakan dini pada perkerasan jalan di Indonesia masih sering terjadi akibat beban lalu lintas berat dan kondisi iklim tropis yang ekstrem, seperti suhu tinggi dan curah hujan besar. Permasalahan ini diperparah dengan tingginya ketergantungan terhadap material impor pada campuran Stone Matrix Asphalt (SMA), seperti serat selulosa dan filler semen, yang berdampak pada meningkatnya biaya serta menurunkan aspek keberlanjutan konstruksi jalan. Sebagai solusi berbasis material lokal, penelitian ini mengevaluasi kinerja SMA yang dimodifikasi menggunakan serat kelapa sebagai stabilisator alami dan serbuk batu kapur sebagai filler. Variasi campuran meliputi SMA kontrol, serat kelapa 0,3%, filler batu kapur 10%, serta kombinasi keduanya. Pengujian meliputi Marshall Stability Test, Cantabro Loss Test, Drain-down Test, dan Indeks Stabilitas Sisa (ISS), mengacu pada SNI dan standar internasional. Hasil menunjukkan bahwa seluruh campuran memenuhi spesifikasi Bina Marga (2018). Kombinasi kedua bahan memberikan hasil paling optimal dengan stabilitas dan durabilitas tinggi, drain-down rendah, serta ISS di atas 90%. Pemanfaatan serat kelapa dan batu kapur lokal berpotensi menghasilkan campuran SMA yang kuat, ekonomis, dan berkelanjutan untuk perkerasan jalan di Indonesia.
REFERENSI
AASHTO. (2008). M325-08: Stone Matrix Asphalt (SMA).
AASHTO. (2014). T305-14: Determination of Draindown Characteristics in Uncompacted Asphalt Mixtures.
Brown, E. R., & Cooley, L. A. (1999). Designing Stone Matrix Asphalt Mixtures for Rut-Resistant Pavements.
https://www.asphaltpavement.org/uploads/documents/SMA/SMA_Designing_Stone_Matrix_Asphalt.pdf
Marga, D. J. B. (2018). Spesifikasi Umum Bina Marga Revisi 2.
Nasional, B. S. (1991). SNI 06-2489-1991: Pengujian campuran beraspal dengan alat Marshall.
Nasional, B. S. (2015). SNI 8129:2015: Cara uji ketahanan terhadap kelembaban pada campuran beraspal.
Panda, M. R., Chandra, S., & Kumar, P. (2013). Effect of coconut fiber on drain down characteristics of Stone Matrix
Asphalt mixtures. International Journal of Pavement Engineering, 14(5), 449–456.
https://doi.org/10.1080/10298436.2012.743912
Putra, I. G. A., & Suaryana, I. G. N. (2015). Analisis Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt dengan Bahan
Tambah Serat. Jurnal Spektran, 3(2), 15–22. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jsn/article/view/16203
Satyanarayana, K. G., Sukumaran, K., Mukherjee, P. S., Pavithran, C., & Pillai, S. G. K. (2007). Natural fibre–
polymer composites. Cement and Concrete Composites, 12(2), 117–136. https://doi.org/10.1016/0958-
9465(90)90049-4
Sukirman, S. (1999). Perkerasan Lentur Jalan Raya. Nova.
Yilmaz, M., & Sütaş, I. (2013). Effects of Limestone Filler Content and Water Resistance on the Mechanical
Properties of Hot Mix Asphalt. Construction and Building Materials, 41, 275–281.
https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2012.11.078
Zulkafli, N. H., Hasan, M. R. M., Yusoff, N. I. M., Mohd, M. A., & Hussin, W. I. W. (2023). Performance of natural fiber modified asphalt mixtures: A review and future outlook. Construction and Building Materials, 368, 130489. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2022.130489