S A Liliani (1)*, I Satyarno (2), A Aminullah (3)
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: imansatyarno@mail.ugm.ac.id
Efek pounding antarbangunan berdekatan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kerusakan saat gempa bumi. Kondisi ini berpotensi terjadi pada dua gedung rumah sakit yang dihubungkan oleh jembatan penghubung, terutama apabila jarak antarbangunan tidak mencukupi. Keberadaan jembatan penghubung pada rumah sakit memiliki fungsi vital sebagai jalur konektivitas pasien, tenaga medis, serta peralatan penunjang, sehingga gangguan pada bagian ini dapat berdampak angsung terhadap kelancaran pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi awal terjadinya pounding menggunakan metode Tier 1 Screening sesuai dengan ASCE 41-17. Evaluasi dilakukan melalui observasi visual, pemeriksaan dokumen perencanaan, pengukuran jarak aktual di lapangan serta pemodelan struktur. Berdasarkan gambar kerja, jarak pemisah antarbangunan direncanakan 7,5 cm, sedangkan hasil pengukuran lapangan, jarak aktual antarbangunan hanya sebesar 4,5 cm. Jarak minimum yang disyaratkan menurut ASCE 41-17 adalah 53,55 cm untuk tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO). Rasio jarak antarbangunan terhadap tinggi bangunan sebesar 0,25 – 0,42%, jauh di bawah batas aman 4%, sehingga bangunan dikategorikan berisiko tinggi mengalami pounding selama peristiwa gempa. Terdapat defisiensi pada aspek jarak antar bangunan, sehingga struktur berpotensi mengalami pounding saat terjadi gempa. Sehingga diperlukan evaluasi lanjutan menggunakan
metode Tier 2 atau Tier 3 untuk memperoleh analisis yang lebih rinci.
REFERENSI
ASCE, 2017. ASCE 41-17: Seismic Evaluation and Retrofit of Existing Buildings. Virginia: American Society of
Civil Engineers.
BMKG, (2019) Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak Tahun 1821-2018. Jakarta: Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika.
Eldhose, E., & Remanan, M. (2023). Evaluation of Seismic Pounding Effect on Two Regular Adjacent RC Buildings
with Three Different Alignments. In K. K. Hau, A. K. Gupta, T. Gupta, & S. Chaudhary (Eds.), Lecture Notes in
Civil Engineering (Vol. 277, pp. 297–308). Springer Science and Business Media Deutschland GmbH.
https://doi.org/10.1007/978-981-19-4040-8_25
Hamid, M., Rahman, F., Ali, Q., (2022). The Effects of pounding on the behavior of reinforced concrete frame
structures in seismik zone 2B. Journal of Engineering Research (Kuwait) 10, 99–114.
https://doi.org/10.36909/jer.11029
Harijoko, A., Anggraini, A., Setianto, A., Hendratno, A., Solikhin, A., Omang, A., Islamiyati, D. (2024). Geologi
Gempa Bumi Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Jankowski, R. (2009). Non-linear FEM analysis of earthquake-induced pounding between the main building and the
stairway tower of the Olive View Hospital. 1851–1864. https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2009.03.001
KPFF Consulting Engineers. (2019). Petersburg Medical Center Seismic Evaluation Report. Petersburg, Alaska: KPFF.
Lin, J. H. (2014). Peak story drift of a building structure subjected to earthquakes. Applied Mechanics and Materials,
580–583, 1439–1442. https://doi.org/10.4028/www.scientific.net/AMM.580-583.1439
Miari, M., & Jankowski, R. (2023). Analysis of the effect of the seismic gap on the response of buildings experiencing
pounding during earthquakes. In L. Rodriguez-Tembleque, E. Correa, & F. Aliabadi (Eds.), AIP Conference
Proceedings (Vol. 2848). American Institute of Physics Inc. https://doi.org/10.1063/5.0145034
Satyarno, I., (2010) Keamanan Rumah Sakit Terhadap Bahaya Gempa (Kenyataan Pada Beberapa Gempa Terakhir).
Universitas Gadjah Mada.
Tjandra, K. (2018). Empat bencana geologi yang Paling Mematikan. Gadjah Mada University Press.
Yun, J.-W., & Han, J.-T. (2021). Evaluation of soil spring methods for response spectrum analysis of pile-supported
structures via dynamic centrifuge tests. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 141.
https://doi.org/10.1016/j.soildyn.2020.106537