Identifikasi Kedalaman Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Pada Lahan Pertanian Cabai Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Fikri Rahman(2), Nida Mahpuzah(1)*, Arif Dhiaksa (3), Riza Fahlefi (4), Sheila Riany (5), Fahruddin (6), Syamsurijal (7)

(1) Balai Teknik Rawa, Kementerian PUPR, Banjarmasin, INDONESIA
(2) Dinas PUPR, Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin, Rantau, INDONESIA
(3) Jurusan Fisika, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, INDONESIA
(4) Jurusan Teknik Geofisika, Universitas Lampung, Bandarlampung, INDONESIA

*Corresponding author: nidamahpuzah@gmail.com

INTISARI

Survei geolistrik merupakan metode geofisika yang digunakan untuk mengukur resistivitas tanah dan mengidentifikasi lapisan bawah permukaan, termasuk potensi akuifer air tanah. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian Cabai Hiyung di Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan cabai berkualitas unggul. Namun, tantangan serius seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau mengancam keberlanjutan pertanian di daerah ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, direncanakan pembangunan sumur bor sebagai alternatif pembasahan lahan dan sumber air irigasi bagi pertanian. Survei geolistrik bertujuan mendeteksi akuifer air tanah dan menentukan zona akuifer yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan sumur bor. Hasil survei menunjukkan bahwa di lokasi A, ditemukan litologi pelapisan batu pasir dengan nilai resistivitas 596 ohm pada kedalaman lebih dari 106 meter dibawah permukaan, sementara di lokasi B, litologi pelapisan batu pasir memiliki nilai resistivitas 113 ohm pada kedalaman lebih dari 103 meter dibawah permukaan. Data ini penting untuk mengidentifikasi kedalaman lapisan yang berpotensi sebagai akuifer, sehingga dapat memastikan ketersediaan sumber air yang memadai untuk keperluan irigasi dan upaya mitigasi Karhutla di wilayah pertanian tersebut.

REFERENSI

Adam, M., Nurfalaq, A., dan Manrulu, R.H. (2022). “Indentifikasi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode
Geolistrik Konfigurasi Schlumberger untuk Perencanaan Sumur Bor di Kelurahan Salutabattang Kota Palopo”.
Jurnal APCP, Vol. 3(2), 62-68.
Darmansyah., dkk. (2020). “Identifikasi Kedalaman Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Sati Dimensi (1D)
di Dusun Rojet, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah”. Jurnal Pertambangan dan
Lingkungan, Vol. 1(1), 25-29.
Kuswati, Didik. (2019). “Deteksi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik (Studi Kasus di Politeknik
Negeri Lampung)”. Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian, Vol. 11(3), 143-203.
Nurfalaq, A., Manrulu, R.H., dan Jumardi, A. “Identifikasi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik
Konfigurasi Schlumberger untuk Perencanaan Sumur Bor di Desa Barugae Kabupaten Pinrang. Jurnal APCP, Vol.
2(1), 27-32.
Reynolds, J.M., 1997. “An Introduction to Applied and Environmental Geophysics”.
Usman, B., dkk. (2017). “Identifikasi Akuifer Air Tanah Kota Palopo Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan
Jenis Konfigurasi Schlumberger”. Jurnal Fisika Flux, Vol. 14(2), 65-72.
Peraturan Bupati Tapin. (2020). “Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin”.
Wibowo, RC., dkk. (2023). “Identifikasi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik 1 Dimensi di
Kecamatan Tegineneng”. Prosiding Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) IV.