Hubungan Kekeringan Meteorologis dengan El Niño dan Indian Ocean Dipole Positif di Bali menggunakan Indeks Terstandarisasi

Nyoman Iswarya Pawitrama1*, Endita Prima Ari Pratiwi1, Karlina1

1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA

*Corresponding author: nyomaniswarya@gmail.com

INTISARI

Pada dasarnya iklim Pulau Bali dan Pulau Penida lebih cenderung bersifat kering. Hal ini diperparah dengan fenomena anomali meteorologis di sekitar laut Indonesia, yaitu El Niño–Southern Oscillation (ENSO)  yang cenderung berpengaruh di Indonesia bagian timur dan Indian Ocean Dipole (IOD) pada Indonesia bagian barat. Kedua fenomena ini silih berganti atau bersama-sama memperparah kondisi kekeringan di Pulau Bali dan Pulau Penida. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara kedua fenomena tersebut terhadap keparahan kejadian kekeringan meteorologis. Tinjauan tahun yang digunakan adalah tahun 2015 dan tahun 2019 karena pada kedua tahun tersebut tercatat terjadi El Niño dan IOD positif. Pengukuran tingkat kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Nilai SPI kemudian dianalisis korelasi terhadap nilai Dipole Mode Index (DMI) dan Oceanic Niño Index (ONI). Skala waktu yang digunakan pada ketiga indeks tersebut adalah 3 bulanan. Pada penelitian ini juga membandingkan sebaran kekeringan yang terjadi dari analisis spasial nilai SPI tahun 2015 dan 2019 terhadap kejadian kekeringan terparah yang pernah terjadi di Bali pada Mei 1997. Hasil penelitian menunjukkan El Niño mempunyai pengaruh kuat pada kekeringan tahun 1997 dan 2015, tetapi kurang berpengaruh pada tahun 2019, sedangkan IOD mempunyai pengaruh moderat pada tahun 1997, 2015 dan 2019.

Kata kunci: kekeringan, meteorologis, Bali, korelasi, ENSO, IOD.

REFERENSI

Aldrian, E. and Dwi Susanto, R. (2003). “Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature”. International Journal of Climatology, 23 (12), 1435–1452.

Y. Immanuel Ryadi. (2019). “Pengaruh Fenomena El Nino dan La Nina Pada Persebaran Curah Hujan dan Tingkat Kekeringan di Pulau Bali”. Jurnal Geodesi Undip, vol. 8, no. 4, pp. 41-49, Oct. 2019

Guo, Y., Huang, S., Huang, Q., Leng, G., Fang, W., Wang, L., and Wang, H. (2020). “Propagation thresholds of meteorological drought for triggering hydrological drought at various levels”. Science of the Total Environment, 712.

Guttman, N.B. (1998). “Comparing The Palmer Drought Index and The Standardized Precipitation Index”. Journal of the American Water Resources Association, 34 (1), 113–121.

Hayes, M.J., Svoboda, M.D., Wilhite, D.A., and Vanyarkho, O. V. (1999). “Monitoring the 1996 Drought Using the Standardized Precipitation Index”. Bulletin of the American Meteorological Society, 80 (3), 429–438.

Hendon, H.H. (2003). “Indonesian Rainfall Variability: Impacts of ENSO and Local Air-Sea Interaction”. Journal of Climate Vol.16: Issue 1, 2003.

Jun-Ichi, H., Mori, S., Kubota, H., Yamanaka, M.D., Haryoko, U., Lestari, S., Sulistyowati, R., and Syamsudin, F. (2012). “Interannual rainfall variability over northwestern Jawa and its relation to the Indian Ocean Dipole and El Niño-Southern Oscillation events”. Scientific Online Letters on the Atmosphere, 8 (1), 69–72.

Kurniadi, A., Weller, E., Min, S.K., and Seong, M.G. (2021). “Independent ENSO and IOD impacts on rainfall extremes over Indonesia”. International Journal of Climatology, 41 (6), 3640–3656.

Van Loon, A.F., 2015. Hydrological drought explained. Wiley Interdisciplinary Reviews: Water, 2 (4), 359–392.

Mckee, T.B., Doesken, N.J., and Kleist, J. (1993). “The Relationship Of Drought Frequency And Duration to Time Scales”. Eighth Conference on Applied Climatology, January 1993.

Mira Anantha Yosilia and Emilya Nurjani, S.Si., M.S. (2014). “Analisis Hubungan El Nino dengan Kekeringan Meteorologis Menggunakan SPI (Standardized Precipitation Index) di Pulau Bali”. Jurnal Geografi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta 2014.

Muharsyah, R. and Nur Ratri, D. (2015). “Drought Duration And Drought Magnitude Analysis Using Standard Precipitation Index In Bali Island. Bali”. Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol.16 No.2 (2015)

Nuarsa, W., Wayan, I., Adnyana, S., and Rahman As-Syakur, A. (2015). “Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan Di Bali-Nusa Tenggara Dan Hubungannya Dengan Enso Menggunakan Aplikasi Data Penginderaan Jauh”. Jurnal Lingkungan Hidup Universitas Udayana, Vol. 15 No 1 (2016).

National Drought Mitigation Center, University of Nebraska-Lincoln USA, SPI Generator v.1.7.6 Updated on 2018. https://drought.unl.edu/monitoring/SPI/SPIProgram.aspx

National Oceanic and Atmospheric Administratin, USA. Oceanic Nino Index [3 month regular updated of running mean of ERSST.v5 SST anomalies in the Niño 3.4 region] https://psl.noaa.gov/data/timeseries/monthly/ONI/  

National Oceanic and Atmospheric Administratin, USA. Dipole Mode Index [3 month regular updated of running HadISST1.1 SST] https://psl.noaa.gov/gcos_wgsp/Timeseries/DMI/

Nur’utami, M.N. and Hidayat, R. (2016). “Influences of IOD and ENSO to Indonesian Rainfall Variability: Role of Atmosphere-ocean Interaction in the Indo-pacific Sector”. Procedia Environmental Sciences, 33, 196–203.

Saji, N.H. and Yamagata, T. (2003). “Possible impacts of Indian Ocean Dipole mode events on global climate”. Journal of Climate Research, 25 (2), 151–169.

Supari, Tangang, F., Salimun, E., Aldrian, E., Sopaheluwakan, A., and Juneng, L. (2018). “ENSO modulation of seasonal rainfall and extremes in Indonesia”. Journal of Climate Dynamics, 51 (7–8), 2559–2580.

Thorn, H.C.S. and Switzerland, G. (1966). “Some Methods Of Climatological Analysis”  Secretariat of the World Meteorological Organization Publication Documents of 113-1966.

Villafuerte, M.Q. and Matsumoto, J. (2015). “Significant influences of global mean temperature and ENSO on extreme rainfall in Southeast Asia”. Journal of Climate, 28 (5), 1905–1919.

Wilhite, D.A., Glantz, M.H., and And Glantz, M.H. (1985). “Understanding the Drought Phenomenon:  The Role of Definitions”. Water International 10:3 (1985), pp. 111–120.