Evaluasi Neraca Air untuk Daerah Irigasi Payaman, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY

Annisa Puji Lestari Thahir1*, Endita Prima Ari Pratiwi1 , Rachmad Jayadi1
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
2Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: annisapujilestarithahir@mail.ugm.ac.id

INTISARI

Ketersediaan air di daerah irigasi sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian. Keseimbangan antara ketersediaan dengan kebutuhan air irigasi harus tetap terjaga sehingga dapat meminimalisir terjadinya kekurangan air. Kabupaten Gunung Kidul adalah salah satu daerah yang mengalami masalah dalam memenuhi kebutuhan air irigasi. Salah satu daerah irigasi yang mengalami permasalahan tersebut yaitu pada daerah irigasi (DI) Payaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi neraca air pada DI Payaman dengan menggunakan data hujan yang dimodelkan setengah bulanan dalam metode Mock lalu dikalibrasi dengan data debit observasi untuk memperoleh parameter model terbaik. Ketersediaan air irigasi merupakan debit andalan setengah bulanan probabilitas terpenuhi 80%. Perhitungan kebutuhan air irigasi mengacu pada standar perencanaan irigasi dengan pengaturan pola tanam sesuai dengan yang diterapkan di lapangan yaitu Padi-Padi-Palawija. Analisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi juga mempertimbangkan perhitungan evapotranspirasi mengunakan metode Penman-Mointeith. Hasil evaluasi neraca air menunjukkan terjadi defisit dalam ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air DI Payaman pada periode bulan Mei II hingga November II. Oleh sebab itu, diperlukan solusi yang dapat meminimalisir terjadinya kekurangan air dengan cara pengaturan pola tanam atau dengan konservasi air.

REFERENSI

Allen, R. G. et al. (1998). FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56 Crop Evapotranspiration (Guidelines For
Computing Crop Water Requirements), Rome, Italy.
Anisarida, A. A. and Hafudiansyah, e. (2022). “Kajian Neraca Air Daerah Irigasi Ciherang Kabupaten Bandung
Provinsi Jawa Barat.” Jurnal Teknik Sipil Cendekia (JTSC), 3(1), 60–73.
Arum, R. (2013). “Analisis Ketersediaan Air Di Sebagian Wilayah Das Oyo Hulu Untuk Kebutuhan Air Daerah
Irigasi Payaman, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul.” Skripsi, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Bunganaen, W., Karbeka, N. S. and Hangge, E. E. (2020). “Analisis Ketersediaan Air Terhadap Pola Tanam dan
Luas Areal Irigasi Daerah Irigasi Siafu.” Jurnal Teknik Sipil, IX(1), 15–26.
Crawford, N. H. (1985). NRECA (National Rural Electric Cooperative Association), Washington DC, USA.
Dai, A. (2013). “Increasing Drought Under Global Warming In Observations And Models,” in Nature Climate
Change. New York, 52–58.
Direktorat Jendral SDA (2013). Standar Perencanaan Jaringan Irigasi KP-01, Kementerian Pekerjaan Umum
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Di Rektorat Irigasi Dan Rawa. Indonesia.
Doorenbos, J. and Pruitt, W. O. (1977). FAO Irrigation And Drainage Paper (Guidelines For Predicting Crop Water
Requirement), Rome, Italy.
Dwiwana, Nurhayati, L. and Umar (2019). “Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi di Daerah Irigasi Terdu.”
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura, 6(1), 215–223.
Hidayat, A. M. et al. (2019). “Evaluasi Ketersediaan Sumber Daya Air Berbasis Metode Neraca Air Thornthwaite
Mather Untuk Pendugaan Surplus Dan Defisit Air Di Pulau Jawa.” Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan
Aplikasinya).
Jolly, I. D., McEwan, K. L. and Holland, K. L. (2010). “Ecohydrology Bearing – Invited Commentary Transformation
Ecosystem Change And Ecohydrology: Ushering In A New Era For Watershed Management,” Ecohydrology, 130(3),
126–130.
Mather, J. R. (1978). The Climatic Water Budget In Environmental Analysis, Farnborough, Hants.
Mock, D. F. J. (1973). “Land Capability Appraisal Indonesia (Water Availability Appraisal), Land Capability
Appraisal project.” Bogor, Indonesia.
Mudrieq, S. H. (2013). “Problematika Krisis Pangan Dunia Dan Dampaknya Bagi Indonesia.” Jurnal Academica,
06(02). 1287–1302.
Nayoan, G. C. A., Sumarauw, J. S. F. and Hendratta, l. A. (2023). “Analisis Neraca Air Sungai Alopohu Di Titik
Bendung Alopohu Kabupaten Gorontalo Gerald.” Jurnal Tekno, 21(84).
Pramono, I. B. (2010). “Perbandingan Hasil Estimasi Potensi Air Bulanan Dan Hasil Pengukuran Langsung Di Sub
Das Wuryantoro, Wonogiri.” Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 7(2), 127–137.
Sidharta S.K. (1997). Irigasi dan Bangunan Air, Jakarta: Gunadarma.
Sosrodarsono, S. and Takeda, K. (2003). Hidrologi untuk pengairan, Jakarta: Pradnya Paramita.
Sri Harto (1993). Analisis Hidrologi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sriartha, D. K., Suryatmaja, I. B. and Kurniari, K. (2021). “Analisis Neraca Air Daerah Irigasi Tinjak Menjangan
Pada Daerah Aliran Sungai (Das) Tukad Sungai di Kabupaten Tabanan.” Jurnal Ilmiah Teknis UNMAS, 1(2), 15–23.
Thornthwaite, C. W. (1957). “Instructions And Tables For Computing Potential Evapotranspiration And The Water
Balance.” Publications on Climatology, 10, 185-310.
Wahyuni, S. (2014). “Perbandingan Metode Mock dan NRECA untuk Pengalihragaman Hujan ke Aliran.” Jurnal
Rekayasa, 13(2), 602–624.
Widyaningsih, K. waasiu, Harisuseno, D. and Soetopo, W. (2021). “Perbandingan Metode FJ. Mock dan NRECA
untuk Transformasi Hujan Menjadi Debit pada DAS Metro Kabupaten Malang, Jawa Timur.” Jurnal Teknologi dan
Rekayasa Sumber Daya Air, 1(1), 52–61.