D. Kusumaningrum, S. Ismanti*, A. Rifa’i
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: sito.ismanti@ugm.ac.id
Jembatan kayu tipe pelengkung yang terletak di Kalimantan Tengah adalah prasarana transportasi penting bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa jembatan tersebut mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan. Rekonstruksi jembatan direncanakan memanfaatkan fondasi eksisting di atas lapisan tanah lunak, sehingga kemampuan fondasi eksisting tersebut perlu dievaluasi. Studi ini mengevaluasi kelayakan fondasi eksisting tersebut dimana kapasitas dukung tanah dihitung menggunakan metode Skempton, sedangkan penurunan fondasi dianalisis menggunakan metode elemen hingga menggunakan SAP2000, berdasarkan data uji tanah, dimensi fondasi, dan pembebanan jembatan baru. Fondasi dimodelkan sebagai shell dengan interaksi tanah berupa pegas elastis dengan konstanta pegas diasumsikan sebanding dengan nilai modulus reaksi tanah, yang kemudian dianalisis pada kondisi batas service untuk menilai kekuatan, deformasi, dan distribusi tegangan. Hasil menunjukkan tekanan didasar fondasi (q) di sisi barat dan timur berturut-turut 26,40 kN/m² dan 27,78 kN/m², melebihi kapasitas dukung ijin (𝑞𝑎), di sisi barat sebesar 19,67 kN/m² dan sisi timur 17,16 kN/m². Sementara itu, penurunan maksimum pada kondisi service sebesar 28,9 mm di sisi barat dan 33,9 mm di sisi timur, dimana nilai penurunan tersebut melampaui batas izin penurunan yaitu sebesar 25 mm. Dengan demikian, fondasi eksisting tidak memenuhi persyaratan keamanan geoteknik dalam analisis fondasi. Akibatnya, fondasi eksisting tersebut memungkinkan tidak mampu mendukung struktur baru tanpa dilakukan modifikasi atau perkuatan. Salah satu alternatif solusi adalah penerapan sistem fondasi raft-pile.
REFERENSI
Cruz, E. C. V, & Briaud, J.-L. (2025). Long-Term vs Short-Term Bearing Capacity of Shallow Foundations on Clays.
8(2), 1–18. https://doi.org/10.4417/IJGCH-08-02-01
Eslami, A. (2024). Form and load transfer aspects of foundation systems : Case ‐ based implementation and
adaptation for buildings. June 2024, 1–17. https://doi.org/10.1002/dug2.12146
Hardiyatmo, H. C. (2014). Fondasi I (3rd ed.). UGM Press.
Harpito. (2015). Analisis Beban-Perpindahan Pondasi Raft Pile Dengan Menggunakan Sap2000. UIN Sultan Syarif
Kasim Riau, 1(2), 103–110.
Imanzadeh, S., Denis, A., & Marache, A. (2015). Settlement Uncertainty Analysis for Continuous Spread Footing
on Elastic Soil. Geotechnical and Geological Engineering, 33(1), 105–122. https://doi.org/10.1007/s10706
014-9828-6
Kacprzak, G., Frydrych, M., & Nowak, P. (2023). Influence of Load–Settlement Relationship of Intermediate
Foundation Pile Group on Numerical Analysis of a Skyscraper under Construction. Sustainability (Switzerland),
15(5). https://doi.org/10.3390/su15053902
Kazemian, S., Huat, B. B. K., Prasad, A., & Barghchi, M. (2011). A state of art review of peat: Geotechnical
engineering perspective. International Journal of Physical Sciences, 6(8), 1974–1981.
Khaiiatali, S., Farei, A. R., Zaman, A., & Ahmadiadli, M. (2024). Estimation of the subgrade reaction modulus using
field and numerical analysis methods . Journal of Civil Engineering and Structures, 8(1 SE-Articles), 1–7.
http://www.journalces.com/index.php/JCES/article/view/46
Kristyanto, H., Purwoko, F., & Wijayanti, L. (2022). Perbandingan Daya Dukung Dan Penurunan Tanah Pada
Pondasi Dangkal Berdasarkan Data Spt Dan Cpt. CivETech, 4(2), 17–30.
Lestari, R. T., Herzanita Y, A., & Husnul Karim, M. (2023). Analisis Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal
Terhadap Kedalaman (Studi Kasus: Kalimantan). Construction and Material Journal, 5(3), 175–182.
https://doi.org/10.32722/cmj.v5i3.5697
Liu, X., Song, B., Sun, Z., & Jiao, W. (2025). Critical Filling Height of Embankment over Soft Soil: A Three
Dimensional Upper-Bound Limit Analysis. Buildings, 15(3). https://doi.org/10.3390/buildings15030395
Melese, D., Genemo, D., Boru, Y., Desisa, A., Mezmur, T., & Tamru, M. (2023). Interference Effect of Closely
Spaced Foundation Footing on Settlement Variation. Advances in Civil Engineering, 2023, 1–11.
Naeni, S. A., & Moayed, R. Z. (2014). Subgrade Reaction Modulus ( K s ) of Clayey Soils Based on Field Tests.
Journal of Engineering Geology, 8(1), 2021–2046.
Naibaho, A. G., & Waruwu, A. (2021). Kajian Kapasitas Kelompok Tiang pada Tanah Lunak Menggunakan Skala
Kecil Laboratorium. 27(2), 179–186.
SNI 8460-2017. (2017). Persyaratan Perancangan Geoteknik. Standar Nasional Indonesia, 8460, 1–323.
Tolun, M. (2024). Efficiency of Dimensional Analysis in Predicting Compression Load–Settlement Relationship of
Soft Clay Under a Rigid Foundation. Applied Sciences (Switzerland), 14(23).
Vinay, K., Avijit, B., Portelinha, F., Manish, K., & Guru, D. (2024). Influence of Variation of Soil Properties in
Bearing Capacity and Settlement Analysis of a Strip Footing Using Random Finite Element Method. Civil
Engineering Infrastructures Journal, 57(2), 383–403. https://doi.org/10.22059/CEIJ.2023.360871.1930
Wei, F., Jiao, W., Wan-Dongxing, Z., & Li-Jun, S. (2020). Lower-Bound Solution of Foundation-Bearing Capacity
under Circular Uniformly Distributed Load. Advances in Civil Engineering, 2020.