Evaluasi Analisis Debit Banjir Rancangan Bendungan Ameroro Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara

Reza Risaldi1*, Rachmad Jayadi1, Istiarto1
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: rezarisaldi1999@mail.ugm.ac.id

INTISARI

Sub daerah aliran sungai (Sub DAS) Ameroro merupakan bagian dari DAS Konaweeha sebagai daerah tangkapan air (DTA) Bendungan Ameroro dengan luas genangan 244,06 ha, yang salah satunya berfungsi sebagai pengendali banjir. Di Indonesia, umumnya ketersediaan data debit aliran kurang memadai, sehingga untuk keperluan analisis banjir banjir rancangan harus dilakukan dengan cara yang teliti. Penetapan hidrograf satuan untuk hitungan alihragam hujan-aliran perlu memperhatikan ketersediaan data debit aliran pada kondisi esktrim besar dengan pendekatan yang secara ilmiah berdasarkan pemahaman hidrologi kejadian banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi debit banjir rancangan untuk Bendungan Ameroro dengan menggunakan data terkini dan menggunakan pendekatan yang berbeda dari penelitian terdahulu dalam proses analisis hujan rancangan, pola distribusi hujan, serta dalam penentuan hidrograf satuan sintetik (HSS) yang cocok untuk diterapkan pada DTA Bendungan Ameroro. Hujan rancangan yang ditinjau adalah kala ulang 100 tahun, 1000 tahun, dan Probable Maximum Precipitation (PMP). Evaluasi kesesuaian HSS didasarkan pada parameter waktu puncak dan debit puncak dari hidrograf banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HSS yang mendekati kondisi debit terukur adalah metode Limantara, HSS Nakayasu dan HSS SCS. Ketersediaan data debit terukur jam-jaman menjadi faktor penting dalam proses evaluasi dari ketelitian debit banjir rancangan yang dihasilkan.

REFERENSI

Chow, V. Te, Maidment, D.R., Mays, L.W., 1988. Applied hydrology. McGraw-Hill.
Djoko Luknanto, 2003. Model Matematika, Pusat Antar Universitas, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Gustoro, D., Sujono, J., Karlina, K., 2022. Perbandingan Pola Distribusi Hujan Terukur dan Hujan Satelit PERSIANN di DAS
Progo. Jurnal Teknik Pengairan 13, 23–35. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.03
Hambali, R., Legono, D., Jayadi, R., 2019. “Analisis Keandalan Data Penakar Hujan Otomatis Sebagai Acuan Koreksi Perkiraan
Hujan Radar”
Hidayah, E., Widiarti, W.Y., Putra, P.P., Dewantie, A.A., Alhamda, M.Z., Prastika, H., 2021. “Evaluation Of Hydrologic
Modelling Using Satellite Product, And Mmr Rainfall in East Java, Indonesia.” Journal of Ecological Engineering 22, 246–260.
https://doi.org/10.12911/22998993/142843
Lamb, R., 1999. “Calibration of a conceptual rainfall-runoff model for flood frequency estimation by continuous simulation.”
Water Resour Res 35, 3103–3114. https://doi.org/10.1029/1999WR900119
Limantara, L.M., 2009. “Hidrograf Satuan Sintetik Limantara (Studi kasus di sebagian DAS di Indonesia).”
Natakusumah, D.K., 2011. “Penggunaan Hidrograf Satuan Sintetis Itb 1 dan Itb-2 Dengan Faktor Debit Puncak (Kp) Dihitung
Secara Eksak.”
Rosytha, A., Suryana, W.M., 2023. “Peran Unit Pengelola Bendungan Dalam Pengelolaan Bendungan Berkelanjutan di Satker
OP BBWS Brantas” (Studi Kasus UPB Bendungan Babjulmati Dan Bendungan Nipah). Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil
(Proteksi) 5, 44–50. https://doi.org/10.26740/proteksi.v5n1.p44-50
Sutikno, S., Fauzi, M., Mardhotillah, M., 2014. “Kalibrasi dan Validasi Model Hidrologi Hujan-aliran dengan Menggunakan
data satelit.” https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2287.5689
Watters, D., Battaglia, A., 2021. “The NASA-JAXA Global Precipitation Measurement mission-part I: New frontiers in
precipitation.”