Aplikasi Nilai Kondisi Overpass dengan Metode BCR pada Evaluasi Ekonomi di Ruas Tol Solo – Ngawi – Kertosono KM 503+900 – KM 645+400

K. Utami1, A. Triwiyono1*, A. Aminullah1
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: andreas.triwiyono@ugm.ac.id

INTISARI

Indonesia memiliki pedoman Interurban Bridge Management System (IBMS) 1993 sebagai sistem informasi jembatan untuk pengelolaan aset jembatan. Pemeliharaan jembatan di ruas jalan tol diperlukan perencanaan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan prioritas penanganan jembatan berdasarkan evaluasi ekonomi berdasarkan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) dari Pedoman IBMS 1993. Evaluasi ekonomi diharapkan menjadi masukan untuk instansi terkait sehingga dapat memaksimalkan dana alokasi yang tersedia. Penilaian kondisi dilakukan secara visual terhadap 4 jembatan yang berada di ruas jalan Tol Solo – Ngawi – Kertosono berdasarkan metode Bridge Condition Rating (BCR) NYSDOT. Metode BCR dipilih karena analisisnya mempertimbangkan bobot per elemen, yang mana metode ini belum diterapkan di Indonesia. Bridge Management System (BMS) di Indonesia menganut sistem hirarki dengan level 1 – level 5, sedangkan metode BCR memfokuskan pada elemen utama jembatan (level 3). Setiap elemen dikalikan faktor bobot per komponen, kemudian dibagi jumlah faktor bobot untuk menghasilkan BCR yang merepresentasikan kondisi jembatan. Hasil nilai kondisi untuk keempat overpass dalam kondisi baik hingga sangat baik. Selanjutnya, analisis ekonomi terhadap nilai kondisi overpass menghasilkan nilai NPV positif dan nilai IRR positif >15%, sehingga jembatan tersebut dapat dikatakan ekonomis/layak dilakukan penanganan. Dalam analisis penelitian didapatkan hasil bahwa Overpass Gempol paling ekonomis di antara ketiga jembatan lainnya, sehingga direkomendasikan menjadi prioritas penanganan overpass di ruas jalan tersebut.

REFERENSI

Aditya. (2015). “Sistem Informasi Manajemen Jembatan (SIMJ) Berbasis WEB Berdasarkan Evaluasi Ekonomi
Sebagai Pendukung Prioritas Penanganan Jembatan (Studi Kasus: 5 Jembatan di Ruas Jalan Nasional Daruba – Daeo
– Bere-Bere Provinsi Maluku Utara”. Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1993). “Panduan Rencana dan
Program IBMS”. Jakarta.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2022). “Pedoman Pemeriksaan Jembatan”. Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat.
Hariman, F, Hardyatmo, H.C., Triwiyono, A. (2007). “Evaluasi dan program jembatan dengan metode Bridge
Management System (BMS): Studi kasus empat jembatan Propinsi D. I. Yogyakarta”. Civil Engineering Forum,Vol
17 No 3 September.
New York City Department of Transportation Division of Bridges. (2003). “2003 Bridges and Tunnel Annual
Condition Report”. New York.
New York State Department of Transportation. (2004). “Bridges Data Management System”. New York.
Risang, A., Akhmad, A., Arief, S. (2020). “Penerapan metode Life Cycle Cost dalam perhitungan evaluasi ekonomi
jembatan untuk penentuan prioritas penanganan jembatan”. Jurnal Tekno Sains.
Sub Direktorat Teknik Jembatan. (2010). Panduan Penanganan Preservasi Jembatan. Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat, Jakarta.
Sumargo, & Nurmansyah, R. K. (2021). “Analysis of Condition Value and Remaining Life of Idano Mezawa Bridge,
Nias District, North Sumatera”. 2nd International Seminar of Science and Applied Technology (ISSAT 2021), 1–7.
Sumargo, & Ramdhani, A. L. (2020). “Comparison of Condition Rating and Bridge Remaining Life based on Bridge
Management System and Bridge Condition Ratio”. International Seminar of Science and Applied Technology
(ISSAT 2020), 191–196.
Vaza, H., Sastrawiria, R. P., Halim, H. A., Septinurriandiani. (2017). “Identifikasi Kerusakan & Penentuan Nilai
Kondisi Jembatan”. Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
Jakarta.
Wilhman, H., Mochammad, A., Muhammad, I. (2020). “Penilaian Kondisi Jembatan Menggunakan Bridge
Management System (BMS) dan Bridge Condition Rating (BCR)”. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
3(1), 443-451.