Analisis Risiko Kecelakaan Pada Perlintasan Sebidang (Level Crossing) Berdasarkan Karakteristik Fisik dan Operasional (Studi Kasus: Titik Perlintasan di Wilayah Kota Medan)

Aldi B.J. Hamdani, Mukhammad Rizka Fahmi Amrozi*, Latif Budi Suparma
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: fahmi.amrozi@ugm.ac.id

INTISARI

Perlintasan sebidang merupakan titik konflik paling berisiko dalam sistem transportasi rel karena perbedaan karakteristik operasi antara kereta api dan kendaraan jalan raya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kecelakaan serta merumuskan strategi mitigasi pada perlintasan sebidang di Kota Medan menggunakan metode Australian Level Crossing Assessment Model (ALCAM). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara petugas jaga lintas, serta dokumen dari Dinas Perhubungan Kota Medan dan Balai Teknik Perkeretaapian Medan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlintasan tanpa palang pintu di lintas Medan–Binjai km 9+30 memiliki risk score 0,05347, dengan potensi kecelakaan setiap 5 tahun dan satu fatalitas setiap 19 tahun. Sebaliknya, perlintasan dengan palang pintu di lintas Medan Tanjung Balai km 0+640 mencatat risk score 0,13582, dengan kecelakaan rata-rata setiap 2 tahun dan fatalitas setiap 7 tahun. Faktor dominan risiko meliputi ketiadaan atau ketidaksesuaian palang pintu, standar keselamatan yang tidak terpenuhi, waktu penutupan palang berlebihan, kedekatan dengan persimpangan atau siding yard, serta antrean lalu lintas akibat frekuensi kereta. Implementasi mitigasi berbasis ALCAM terbukti menurunkan skor risiko secara signifikan, meningkatkan interval kecelakaan maupun fatalitas. Temuan ini menegaskan relevansi ALCAM sebagai dasar kuantitatif dalam penentuan prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang di Indonesia.

REFERENSI

Dedík, M., Mašek, J., Gašparík, J., & Ľupták, V. (2022). Assessment of the Perspective Ratios in Rail Crossings as
an Important –  Evaluation Factor https://doi.org/10.3390/app12157489 of Rail Crossings. Applied Sciences 12, 7489.

Direktur Jenderal Perkeretaapian. (2024). Jumlah Perlintasan Sebidang di Indonesia Tahun 2015-2024. Kementerian Perhubungan

Direktur Keselamatan dan Keamanan Kereta Api Indonesia (Persero). (2025). Data Perlintasan Sebidang. PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Direktur Keselamatan Perkeretaapian. (2024). Rekapan dan Penilaian Kriteria Perlintasan di Wilayah Balai Teknik
Perkeretaapian Kelas 1 Medan Tahun 2024. Kementerian Perhbubungan

Federal Highway Administration. (2019). Highway-Rail Crossing Handbook. Third Edition. Department of Transportation

Harrison, N., Ogilvie, C., Turnbull, S., & Malde, L. (2019). Traffic Impact Assessment – Rangitikei District Council
Industrial Plan Change. Rangitikei District Council

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Medan. (2025). Laporan Rekap & Penilaian Seluruh LintasWilayah Sumatera
Utara. Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Medan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan. (2025). Laporan Lalu Lintas Kendaraan Simpang M.T. Haryono – Sutomo 2 Juni 2025. Dinas Perhubungan Kota Medan

National ALCAM Committee. (2016). The Australian Level Crossing Assessment Model ALCAM in Detail. National
ALCAM Committee

Rahim, M.Y. (2017). Pengaruh Perlintasan Sebidang Jalan M.T.Haryono dengan Rel Kereta Api Terhadap
Karakteristik Lalu Lintas. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara