H.A. Wiraprakoso1*, E.S.Hariyadi1, H. Rahman1
1Program Studi Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Institut Teknologi Bandung, Bandung, INDONESIA
*Corresponding author: hafizhan.aw@hutamakarya.com
Jalan tol merupakan suatu aset yang perlu dilakukan pengawasan terhadap performanya. Salah satu parameter untuk menilai performa jalan adalah nilai ketidakrataan. Ketidakrataan dinyatakan dalam standar internasional sebagai International Roughness Index (IRI). Direktorat Jenderal Bina Marga telah menetapkan nilai IRI sebagai standar pelayanan minimal (SPM) pada jalan tol maksimal sebesar 4 m/km. Dalam rangka menjaga performa jalan tol, perlu dilakukan prediksi terjadinya nilai IRI yang melibihi SPM agar badan usaha jalan tol (BUJT) memiliki kesiapan untuk melakukan penanganan pemeliharaan. AASHTO pada tahun 2008 menerbitkan sebuah pedoman desain perkerasan yaitu Mechanistic-Empirical Pavement Design Guide (MEPDG) dengan parameter IRI sebagai output dari proses desain tersebut. Metode ini dapat digunakan untuk memprediksi nilai IRI dan menjadi dasar dalam penyusunan program pemeliharaan. Direktorat Jenderal Bina Marga telah merilis pedoman untuk manajemen jalan yaitu Indonesia Road Management System (IRMS) untuk melakukan prediksi nilai IRI di Indonesia. Perbedaan mendasar dari kedua metode adalah metode MEPDG menggunakan nilai respon perkerasan dalam proses analisis, sedangkan pada metode IRMS, nilai IRI merupakan pengaruh dari kondisi permukaan dan struktural. Dari hasil
penelitian didapatkan bahwa prediksi nilai IRI metode IRMS menghasilkan nilai prediksi yang lebih pesimis daripada prediksi nilai IRI menggunakan metode MEPDG.
REFERENSI
AASHTO. (1993). “AASHTO Guide for Design of Pavement Structures”. American Association of State Highway
and Transportation. Washington D.C.
AASHTO. (2008). “Mechanistic-EMpirical Pavement Design Guide”. American Association of State Highway and
Transportation Officials. Washington D.C.
Abdulraaof H. Al-Qaili, H. A.-S. (2021). “Enhancing MEPDG distress models prediction for Saudi Arabia by local
calibration”. Road Materials and Pavement Design. doi:10.1080/14680629.2021.1910546
Amin S. Hamdi, S. L. (2014). “Canadian Calibration on Mechanistic – Empirical Pavement Design Guide to Estimate
International Roughness Index (IRI) using MTO Data”. Chinese Society of Pavement Engineering, Vol.7 No.2.
doi:10.6135/ijprt.org.tw/2014.7(2).101
Austroads. (2012). “Guide to Pavement Technology Part 2: Pavement Structural Design”. Austroads Ltd.
Caliendo, C. (2012). “Local Calibration and Implementation of the Mechanistic-Empirical Pavement Design Guide
for Flexible Pavement Design”. JOURNAL OF TRANSPORTATION ENGINEERING .
Direktorat jenderal Bina Marga. (2017). “Manual Desain Perkerasan Jalan No.04/SE/Db/2017”. Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2021). “Perencanaan dan Pemrograman Pekerjaan Preservasi Jaringan Jalan”.
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Huang, Y. H. (2004). “Pavement Analysis and Design”. Pearson Education Inc.
Jhuma Saha, S. N. (2012). “A Comparative Study between the Alberta Transportation Flexible Pavement Design and
the MEPDG”. International Journal of Pavement Research and Technology.
Kazi Moinul Islam, S. L. (2023). “Predicting Flexible Pavement Distress and IRI Considering Subgrade Resilient
Modulus of Fine-Grained Soils Using MEPDG”. MDPI, Materials 16, no. 3, 1126.
doi:https://doi.org/10.3390/ma16031126
Maha A. El-shaib, S. M.-B.-S. (2017). “Comparison of AASHTO 1993 and MEPDG considering the Egyptian
climatic conditions”. Innovation Infrastructure Solution, 2-18.
Michael W. Sayers, T. D. (1986). “Guidelines for Conducting and Calibrating Road Roughness Measurement”. The
International Bank for Reconstruction. Washington D.C., U.S.A.
Paterson, W. D. (1987). “Road Deterioration and Maintenance Effect, Models for Planning and Management”. The
John Hopkins University Press