Dwi Yulianto1*, Inggar Septhia Irawati1, Arief Setiawan Budi Nugroho1
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: dwidyz212@gmail.com
Kebisingan telah menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, terutama di wilayah dengan lalu lintas padat. Suara bising yang ditimbulkan oleh kendaraan dapat menurunkan kualitas akustik lingkungan dan mengganggu kenyamanan. Paparan kebisingan yang berlebihan juga berdampak negatif pada kesehatan fisik masyarakat, seperti menyebabkan gangguan pendengaran dan masalah kesehatan lainnya. Sehingga, monitoring tingkat kebisingan di lingkungan asrama merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan, kenyamanan, dan kesehatan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan hasil pengukuran tingkat kebisingan dengan persepsi penghuni di lingkungan Gedung Asrama Darmaputera Santren. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui pengukuran lapangan dengan alat Sound Level Meter, sementara pendekatan kualitatif melibatkan penilaian penghuni melalui kuisioner. Pengukuran dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari di beberapa ruangan terpilih di setiap lantai gedung yang mewakili ruang bagian Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Kuisioner dibagikan kepada 88 responden dari total populasi sebanyak 384 penghuni. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ratarata di sisi Timur dan Barat berada di bawah ambang batas maksimum 55 dB. Rata rata kebisingan di sisi Barat pada pagi, siang, dan malam hari adalah 47.51 dB, 42.92 dB, dan 45.30 dB, sedangkan di sisi Timur, angka rata-rata kebisingan adalah 44.90 dB, 43.09 dB, dan 44.18 dB. Persepsi penghuni terhadap kebisingan di sisi Timur dan Barat gedung masing-masing berada di angka 3.12 dan 3.08, yang termasuk dalam kategori baik dan mendekati sangat baik. Kebisingan cenderung lebih tinggi pada pagi dan malam hari, terutama disebabkan oleh aktivitas penghuni dan lalu lintas di sekitar asrama. Penelitian ini memberikan manfaat penting dalam membantu pihak pengelola asrama dan pembuat kebijakan untuk memahami kondisi kebisingan yang ada serta persepsi penghuni terhadapnya. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk merumuskan strategi mitigasi kebisingan yang lebih efektif, meningkatkan kenyamanan penghuni, dan mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kebisingan jangka panjang.
REFERENSI
Amelia, K. R., Muhammad, I. S., & Novita, N. H. (2023). Faktor Resiko Hipertensi Pada Anak Buah Kapal (ABK)
Yang Terpapar Kebisingan Di Direktorat Polisi Perairan, Polda Aceh. Jurnal Medika Nusantara, 1(3), 314–
325. https://doi.org/10.59680/medika.v1i3.530.
Arianto, E. M., & Saptadi, D. J. (2019). Faktor Penyebab Hearing Loss Pada Pekerja Di Bagian Produksi Pt. Adi
Satria Abadi, Yogyakarta. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6(1).
doi:http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v6i1.6871.
Bahtiar, D. A. B., Ariawan , P. ., & Iswara, I. K. A. P. (2024). Model Prediksi Tingkat Kebisingan Pada Ruas Jalan
Berdasarkan Volume Kendaraan dan Kecepatan di Bali. Reinforcement Review in Civil Engineering Studies
and Management, 3(1), 12-21.
Graha, I. M.S., & Widyasari, N. L. (2023). Monitoring Uji Kualitas Udara Dan Tingkat Kebisingan Di SMAN 1
Semarapura Kabupaten Klungkung. Jurnal Ecocentrism, 3(2), 59–68. https://doi.org/10.36733/jeco.v3i2.7413
Gumay, O. P. U., Lestari, F., & Triyanti, M. (2020). Sosialisasi Pemanfaatan Pelepah Pisang Sebagai Material
Dinding Kedap Suara Di Desa Kebon Kolim Kabupaten Musi Rawas. Community Development Journal: Jurnal
Pengabdian Masyarakat, 1(3), 292-295.
Imran, Mohammad. “Studi Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Jalan pada Area Sempadan Bangunan (Studi Kasus :
Jalan Poros Maros – Makassar, Km. 5 Maccopa).” Radial, vol. 1, no. 2, 2013, pp. 160-185,
doi:10.37971/radial.v1i2.37.
Menteri Negara Lingkungan Hidup (1996) Baku Tingkat Kebisingan, Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Nomor: Kep- 48/MENLH/1996/25 November 1996, Jakarta.
Pratiwi, V. M. R., Juniati, S. D., Putrayuda, M. R., Sholiqin, M., & Rachmawati, S. (2022). Analisis Tingkat
Kebisingan Di Area Pasar Gede Solo. Prosiding Sains dan Teknologi, 1(1), 396-406.
Putri, A. B. H., Poerwantiningroem, P. E., Mutiadesi, W. P., & Sintoro, H. P. (2024). Pengaruh Tinitus Terhadap
Kesehatan Mental. Surabaya Biomedical Journal, 3(2), 124-141.
Rahman, S. H., Wunas, S., & Osman, W. W. (2020). Pengaruh Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Tingkat
Kebisingan di Perumahan Sepanjang Jalan Lokal Primer, Kota Makassar. Jurnal Wilayah & Kota Maritim
(Journal of Regional and Maritime City Studies), 8(1).
Rahmawati, A., Chahyadhi, B., & Atmojo, T. B. (2023). Hubungan Kebisingan dan Beban Kerja Mental dengan
Stres Kerja pada Pekerja Bagian Spinning di PT Pamor Spinning Mills. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(6),
584 – 591. https://doi.org/10.14710/jkm.v11i6.38938.
Siagian, S., & Simanungkalit, J. (2022). Bahaya Potensial dan Pengendalian Bahaya di Perkebunan Teh. Jurnal
Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 35-44. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.727.
Singkam, A. R. (2020). Kondisi Kebisingan di Gedung Perkuliahan Universitas Bengkulu. PENDIPA Journal of
Science Education, 4(2), 14-20.
Suryaatmaja, A., & Eka Pridianata, V. (2020). Hubungan antara Masa Kerja, Beban Kerja, Intensitas Kebisingan
dengan Kelelahan Kerja di PT Nobelindo Sidoarjo. Journal of Health Science and Prevention, 4(1), 14–22.
https://doi.org/10.29080/jhsp.v4i1.257.
Zahrany, F., Kinasih, L. R. S., Pamungkas, U. R., & Yanitama, A. (2022, August). Analisis kebisingan pada ruang
kuliah dan lingkungan kampus Universitas Negeri Semarang. In Proceeding Seminar Nasional IPA (pp. 254-
261).