U. W. Suprihati(1)*, F. Faris (2)
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: ury.wahyu.s@ugm.ac.id
Tren bencana di Indonesia selama satu dekade terakhir menunjukkan dominasi bencana dipengaruhi oleh faktor cuaca dan curah hujan. Tanah longsor merupakan bencana dengan korban jiwa tertinggi pada Tahun 2024 yang mencapai 213 jiwa meninggal serta menyebabkan 59.696 warga terluka dan mengungsi. Longsor terjadi akibat pergerakan massa tanah dan batuan dari lereng yang salah satu pemicunya adalah infiltrasi air hujan. Terdapat titik rawan longsor di ruas jalan Bumiayu-Sirampog Kabupaten Brebes yang mengalami amblesan badan jalan akibat pergerakan tanah. Data tanah menunjukkan tanah lunak (soft clay) sedalam 6 meter. Penelitian ini menggunakan simulasi SEEP/W untuk mengkaji pengaruh infiltrasi hujan jam jaman yang dihitung menggunakan persamaan Mononobe dan persamaan Lauw terhadap perubahan tekanan air pori. Hasilnya kemudian dijadikan sebagai dasar dalam analisis kestabilan lereng menggunakan SLOPE/W. Simulasi infiltrasi dilakukan menggunakan intensitas 78 mm/hari dari data aktual sebelum longsor yang terdistribusi selama 5 jam sesuai rekomendasi durasi efektif hujan. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan air pori meningkat dari -26,48 kPa menjadi 0 kPa. Pengaruh curah hujan juga menurunkan faktor keamanan (FK) lereng dari 1,251 menjadi 0,998. Hal ini menunjukkan lereng sangat rentan terhadap longsor. Hasil FK dari jam ke-1 hingga jam ke-5 berturut-turut adalah 1,132; 1,085; 1,048; 1,020; dan 0,999 untuk Persamaan Mononobe, serta 1,143; 1,087; 1,042; 1,013; dan 0,998 untuk Persamaan Lauw. Variasi kedua persamaan konsisten memperlihatkan tren penurunan kestabilan yang mendukung validitas analisis kelongsoran akibat infiltrasi air hujan pada tanah lunak.
REFERENSI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Data Bencana Indonesia 2024. Situs Resmi BNPB.
Badan Penggulangan Bencana Daerah Kabupaten Brebes. (2016). Peta Kerawanan Bencana Tanah Longsor
Kabupaten Brebes. Situs Resmi BPBD Kabupaten Brebes.
Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8460 Persyaratan Perancangan Geoteknik. Jakarta: BSN.
Bowles, J. E. (1996). Foundation Analysis and Design (5th ed.). New York: McGraw-Hill.
Brotowiryatmo, S. H. (2016). “Review of Rainfall Hourly Distributionon the Island of Java.” Journal of the Civil
Engineering Forum. Vol. 2 No.1.
Chow, V., Maidment, D. R., & May, L. W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill Book Company.
Craig, R. F. (1997). Soil Mechanics (6th ed.). London: E & FN Spon.
Direktorat Jenderal Bina Marga (2014). Panduan Geoteknik 4: Desain dan Konstruksi. Kementerian Pekerjaan
Umum.
Hardiyatmo, H. C. (2006). “Penanggulangan Tanah Longsor dan Erosi.” Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
Hidayat, R. (2020). “Analisis Pengaruh Infiltrasi Hujan Terhadap Stabilitas Lereng di Pangkalan, Sumatera Barat.”
Jurnal Teknik Hidraulik Vol. 11 No.1, Juni 2020: 25 -36.
Karnawati, D. (2005). Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya. Jurusan
Teknik Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Priambodo, S., Suhardjono., Montarcih, L., & Suhartanto, E. (2019). “Hourly rainfall distribution patterns in Java
Island.” MATEC Web of Conference 276.
Terzaghi, K., & Peck, R. B. (1967). Soil Mechanics in Engineering Practice. New York: Wiley.