Radika Gandi Tama, Ali Awaludin*, Djoko Sulistyo1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA*Corresponding author: ali.awaludin@ugm.ac.id
Jembatan Mandomai, jembatan pedestrian tipe bowstring yang dibangun dengan material kayu ulin, dirobohkan pada 2021 silam dan akan direkonstruksi dengan mempertahankan karakteristik material dan geometri lengkungnya. Dengan fleksibilitas yang cukup tinggi, permasalahan stabilitas struktur pada jembatan bowstring menjadi fokus utama, terlebih pada masa pemanfaatan jembatan yang melibatkan beban bergerak. Beban bergerak berpotensi memicu respons getaran yang berlebihan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Penelitian ini membahas respons struktur terhadap beban hidup dinamis pada desain struktur Jembatan Mandomai yang terletak di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan adalah numeris dengan cakupan analisis modal dan analisis riwayat waktu. Analisis modal menunjukkan frekuensi lentur jembatan pada 2,26 Hz. Penelitian ini melibatkan variasi densitas pengguna jembatan, dengan jumlah 45, 71, 175, dan 349 orang. Jumlah manusia yang terlibat menunjukkan korelasi positif dengan percepatan pada komponen horizontal dan vertikal, dengan magnitudo percepatan komponen vertikal terbesar adalah 0,1704 m/s2. Beban kerumunan manusia yang didefinisikan menunjukkan percepatan komponen horizontal yang tidak signifikan.
REFERENSI
Awaludin, A., Making, M. Y. M., Ikhsan, M. N., and Adiyuano, Y. (2021). Performance of a cold formed steel pedestrian bridge under static and dynamic loads. Civil Engineering Dimension, 23, pp. 108–114.
Badan Standardisasi Nasional. (2019). Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Comité Européen de Normalisation. (2003). Eurocode 1: Actions on structures – Part 2: Traffic loads on bridges. European Committee for Standardization, Brussels.
Comité Européen de Normalisation. (2008). Eurocode 0: Basis of Structural Design. European Committee for Standardization, Brussels.
Crocetti, R. (2014). Timber bridges: general issues, with particular emphasis on Swedish typologies. International Holzbau‑Forum, pp. 1–12.
Frick, H. (1982). Ilmu Konstruksi Bangunan Kayu. Kanisius, Yogyakarta.
Garbachevski, É. M., Hillig, E., De Abreu Neto, R., de Retslaff, F. A., and Koehler, H. S. (2022). Physico‑mechanical properties and growth characteristics of pine juvenile wood as a function of age and planting spacing. Revista Árvore, 46.
Gheitasi, A., Ozbulut, O. E., Usmani, S., Alipour, M., and Harris, D. K. (2016). Experimental and analytical vibration serviceability assessment of an in‑service footbridge. Case Studies in Nondestructive Testing and Evaluation, 6, pp. 79–88.
Heinemeyer, C., Butz, C., Keil, A., Schlaich, M., Goldack, A., Trometer, S., Lukić, M., Chabrolin, B., Lemaire, A., Martin, P.-O., Cunha, Á., and Caetano, E. (2009). Design of Lightweight Footbridges for Human‑induced Vibrations. European Commission Joint Research Centre, Aachen.
Subchan, S. K. (2024). Analisis Perilaku Struktur Jembatan Pedestrian Tipe Bowstring dari Material Kayu Ulin. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Tank, Y. R., and Vesmawala, G. R. (2024). Effect of human‑induced dynamic loading and its mitigation on pedestrian steel truss bridges. Asian Journal of Civil Engineering, 25, pp. 6105–6117.
Van Der Wardt, T. P. (2008). Dynamic Behavior of Pedestrian Bridge. Faculty of Civil Engineering and Geosciences, Delft University of Technology.