L.R. Wiradarma1, M.R.F. Amrozi2 *, S. Siswosukarto2
1Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,
INDONESIA
2Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: fahmi.amrozi@ugm.ac.id
Pengembangan infrastruktur kereta api trans batu bara merupakan salah satu strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan efisiensi pengangkutan logistik batu bara di Kalimantan Timur. Saat ini, batu bara diangkut menggunakan truk dan kapal tongkang dari lokasi tambang menuju pelabuhan induk. Selain untuk memangkas waktu angkut dan bongkar muat, penggunaan moda kereta api diharapkan mampu memenuhi target kapasitas angkut 70 juta ton per tahun dengan desain beban gandar 25 Ton. Namun demikian, jalan rel kelas I di Indonesia didesain dengan standar beban gandar 22.5 Ton. Untuk itu diperlukan analisis struktur yang komprehensif untuk mengetahui dampak peningkatan beban gandar dan memastikan struktur jalan rel mampu menanggung beban 25 Ton tanpa mengorbankan faktor keamanan dan kenyamanan perjalanan. Analisis pembebanan struktur atas jalan rel dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak SAP2000, struktur bawah berupa balas dan sub-balas dianalisis menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D, dan analisis kebutuhan material menggunakan Ms. Excel. Penggunaan standar rel tipe R.60/UIC60 pada pemodelan jalan rel dengan lebar sepur 1435 mm dan bantalan tipe S 35 memberikan hasil analisis struktur masih aman. Namun, nilai volumetrik material balas dan sub-balas menjadi lebih besar dari beban gandar standar 22.5 Ton.
REFERENSI
Afin, A.P. and Kiono, B.F.T. (2021). “Potensi Energi Batubara serta Pemanfaatan dan Teknologinya di Indonesia
Tahun 2020 – 2050: Gasifikasi Batubara”, Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 2(2), 144–122.
Alafi, J., Nugroho, S. and Hadi, F. (2012). “Perancangan Simulasi Operasi Angkutan Batubara Berbasis Web
Programming.”, Jurnal Teknik ITS, 1, 54–57.
Amrozi, M.R.F. (2021). “Optimizing The Functional Performance of Road Network using Vulnerability Assessment
to Cope with Unforeseen Road Incidents.”, Journal of the Civil Engineering Forum, 67–80.
Dian, S., Imam, M. and Gurmel, G. (2013). “Conventional And Unconventional Railway Track For Railways On
Soft Ground In Indonesia (Case Study: Rantau Prapat – Duri Railways Development).”
Fadlunmias, S.A., Rosyidi, P. and Muntohar, A.S. (2015). “Analisis Struktur Jalan Rel.”, Jurnal Teknik Sipil, 1–10.
Ihlas, A. (2017). “Analisis Kerusakan Rel Kereta Api Angkutan Batubara.”, Jurnal Teknologi Bahan Teknik, 7(1), 7.
Jiang, Y. and Nimbalkar, S. (2019). “Finite element modeling of ballasted rail track capturing effects of geosynthetic
inclusions.”, Frontiers in Built Environment, 1–11.
Kementerian Perhubungan Ditjen Perkeretaapian (2011). “Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030.”
Manurung, W.I., Mochtar, I.B. and Satrya, T.R. (2021). “Analisis Hasil Perencanaan pada Pemodelan Stabilitas
Timbunan dengan Program Bantu XSTABL, GEO5, GeoStudio-SLOPE/W, dan PLAXIS.”, Jurnal Teknik Sipil, 295.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2012). “PM 60 Tahun 2012.”, Kemenhub RI, 57.
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (2002). “SNI 03-1729-2002.”, Kementerian PUPR RI.
Badam Standarisasi Nasional. (2017). “Persyaratan Perancangan Geoteknik SNI 8460:2017.”, BSN Jakarta.
Muthohar, I. and Santoso, N.B. (2015). “Analisis Distribusi Beban Kereta Api Pada Konstruksi Timbunan Jalur
Kereta Api.”, The 18th FSTPT International Symposium, Unila, Bandar Lampung, 2015, 1418–1431.
Profillidis, V.A. (2006). “Railway Management and Engineering Third Edition.”
Lichtberger, B. (2005). “Track Compendium.” Eurailpress Tetzlaff-Hestra Gmbh & Co. KG.
PT Wijaya Karya. (2017). “The Precast Concrete Manufacturer.”, Wika-Beton.Co.Id, 9.
Puspasari, D. (2016). “Kajian Kapasitas Lentur Dudukan Bantalan Rel Kereta Type Bt25 S35 E36.”, 1–66.
Putra, D.P. (2017). “Desain Geometrik, Struktur, Beserta Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalur Rel Ganda Trase
Banyuwangi Baru – Kalibaru Kab. Banyuwangi.”, ITS Surabaya, 259.
Putro, F.N. and Chomaedhi (2014). “Perencanaan Ulang Jalan Kereta Api Jalur Rel Ganda di Bojonegoro Surabaya
KM 159,600 M Sampai dengan KM 161,000 M.”, FTSP ITS Surabaya, 191.
Amrozi, F. (2023). “The Evaluation of Pavement Condition Assessment Methods for Road Assets in Coastal Areas.”
Utomo, S.H.T. (2009). “Jalan Rel.”, Beta Offset, 1–121.
Wiradarma (2022). “Analisis Struktur Atas Jembatan Kereta Bh 2034.”, UII Yogyakarta.