M.S. Ilmana1, E.P.A. Pratiwi1*, Karlina1

1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA

*Corresponding author: endita.prima.ari.pratiwi@ugm.ac.id

Identifikasi Tren Parameter Hidrologi yang Berpengaruh Terhadap Kebutuhan Konsumtif Tanaman dan Ketersediaan Air Irigasi

M.S. Ilmana(1), E.P.A. Pratiwi(1)*, Karlina(1)

1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA

*Corresponding author: endita.prima.ari.pratiwi@ugm.ac.id

INTISARI

Perubahan iklim dapat memengaruhi ketersediaan dan kebutuhan air irigasi, terutama pada daerah irigasi (DI) yang mengandalkan debit sungai sebagai sumber air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren parameter hidrologi yang berpengaruh terhadap kebutuhan dan ketersediaan air irigasi di DI Jragung. Data yang digunakan meliputi curah hujan rata-rata (1999-2024), debit (2000-2016, 2018-2023), serta parameter klimatologi (1999-2024). Evapotranspirasi acuan (𝐸𝑇0) dihitung menggunakan CROPWAT. Analisis tren dilakukan menggunakan uji Mann-Kendall (α = 0,05). Hasil analisis menunjukkan suhu minimum dan maksimum meningkat signifikan pada seluruh bulan, selaras dengan kecenderungan peningkatan 𝐸𝑇0 yang signifikan pada empat bulan (Maret, Mei, Agustus, dan September). Curah hujan rata-rata menunjukkan peningkatan signifikan pada bulan November (𝑍= 2,64). Namun demikian, debit sungai menurun signifikan terlihat pada bulan April ( 𝑍 = -2,27). Peningkatan suhu udara yang signifikan mendorong kenaikan 𝐸𝑇0, sehingga kebutuhan air irigasi cenderung meningkat. Di sisi lain, ketersediaan air tidak selalu mengalami tren yang sejalan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal dalam pengelolaan air irigasi yang lebih responsif terhadap perubahan iklim.

REFERENSI

Allen, R.G., Pereira, L.S., Raes, D., and Smith, M. (1998). Crop evapotranspiration: Guidelines for computing crop water requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56). FAO, Rome, Italy.

Aminoto, A. (2024). “Analisis perubahan curah hujan di Asia Tenggara dan implikasinya terhadap sumber daya air.” Jurnal Sumber Daya Air Indonesia, 10(1), 45–56.

Chen, Y., Yang, K., Tang, W., & Qin, J. (2016). “Recent changes in river discharge and their climatic and anthropogenic causes.” Journal of Hydrology, 542, 813–826.

Godwin, A., Musa, B., and Ibrahim, S. (2026). “Impact of climate change on river discharge and irrigation demand in Northern Nigeria.” Journal of Hydrology and Climate Studies, 14(2), 77–89.

Guo, Y., Olesen, J.E., and Zhang, X. (2023). “Change trend and attribution analysis of reference evapotranspiration under climate change.” Agricultural Water Management, 276, 108077.

Ilva, H.Y.R., and Chidmahdjati, A.B. (2025). “Kajian variabilitas curah hujan dan pengaruhnya terhadap debit sungai di wilayah Pantai Cermin (DAS Siak Bagian Hulu).” Siklus: Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 85–94.

Islam, M., Rahman, M., and Hossain, A. (2026). “Effect of temperature increase on irrigation water requirement in South Asia.” Agricultural Water Management, 215, 150–162.

Meiwandari, M., Iskandar, I., and Irfan, M. (2024). “Analisis tren curah hujan dan suhu ekstrem di Provinsi Jambi menggunakan Mann-Kendall dan Sen’s Slope.” Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika, 11(1), 14–27.

Mulyanti, H., Harjono, and Rendra, M.I. (2020). “Penurunan intensitas hujan ekstrem di Bengawan Solo Hilir dan hubungannya dengan ENSO.” Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 73–81.

Panditharathne, R., Gunathilake, M.B., Chathuranika, I.M., Rathnayake, U., Babel, M.S., and Jha, M.K. (2023). “Trends and variabilities in rainfall and streamflow: A case study of the Nilwala River Basin in Sri Lanka.”

Hydrology, 10(1), 8. Rahman, M.N., Azim, S.A., Jannat, F.A., Rony, M.R.H., Ahmad, B., and Sarkar, M.A.R. (2023). “Quantification of rainfall, temperature, and reference evapotranspiration trend and their interrelationship in sub-climatic zones of Bangladesh.” Heliyon, 9, e19559.

Rudra, R., and Alam, M.A. (2023). “Seasonal variability of river discharge and implications for irrigation water availability.” Irrigation Science, 41(2), 145–158.
Shalsabillah, H., Amri, K., & Gunawan, G. (2018). Analisis Kebutuhan Air Irigasi Menggunakan Metode CROPWAT 8.0. Jurnal Inersia, 10(2), 61–68.

Silva, R., and Oliveira, J. (2024). “Changes in reference evapotranspiration and irrigation requirement in the São Francisco River Basin.” Irrigation Science, 42(3), 201–215.

Suryanto, J. (2018). “Analisis tren curah hujan di Kabupaten Magelang menggunakan uji Mann–Kendall dan modifikasinya”. Jurnal Teknik Pengairan, 9(1), 1–10.

Zhao, Y., Wang, J., & Chen, X. (2020). “Impacts of climate change on reference crop evapotranspiration.” Agricultural Water Management, 240, 106284.