Crash Program Sebagai Pertimbangan Pengambilan Keputusan dalam Upaya Mitigasi Keterlambatan Proyek Konstruksi

Refse Nesen, Ashar Saputra*, Arief Setiawan Budinugroho
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: saputra@ugm.ac.id

INTISARI

Keterlambatan pekerjaan (project delay) dalam pelaksanaan proyek konstruksi merupakan salah satu masalah serius yang menimbulkan berbagai dampak negatif. Keterlambatan tersebut dapat mengakibatkan kerugian ekonomi, peningkatan biaya, perselisihan, arbitrase, kegagalan proyek, serta penurunan kualitas proyek. Penelitian ini menganalisis penerapan metode crash program sebagai solusi percepatan proyek yang telah diimplementasikan pada sebuah proyek nyata. Untuk mendukung analisis tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan metode simulasi komparatif guna mengeksplorasi perbandingan antara empat skenario pelaksanaan proyek yang menerapkan crash program melalui alternatif penambahan jumlah tenaga kerja dan jam kerja
(lembur/dua shift kerja). Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi crash program pada Skenario 1 (base line) terbukti berhasil menjamin proyek selesai tepat waktu dan menghindarkan penyedia jasa dari denda keterlambatan, meskipun terdapat peningkatan biaya akibat lembur. Total biaya upah tenaga kerja pada Skenario 1 sebesar Rp1.218.090.000,00 (16% dari nilai kontrak) dengan waktu pelaksanaan selama 240 hari. Sebaliknya, Skenario 2 dan 3 menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek tanpa pengendalian waktu justru menyebabkan peningkatan total biaya akibat akumulasi denda keterlambatan. Total biaya pada Skenario 2 mencapai Rp1.470.543.157,48 (19% dari nilai proyek) dengan waktu pelaksanaan 290 hari, sedangkan Skenario 3 mencapai Rp1.603.133.898,26 (21% dari nilai proyek) dengan waktu pelaksanaan 322 hari. Skenario 4 menjadi alternatif paling efektif dan efisien, dengan waktu pelaksanaan 240 hari dengan total biaya hanya sebesar Rp929.853.000,00 (12% dari nilai kontrak). Temuan menunjukkan bahwa strategi percepatan proyek yang tidak seimbang antara produktivitas, jam kerja, dan tenaga kerja dapat menyebabkan lonjakan biaya.

REFERENSI

Adi, R. R. B., Traulia, D. E., Wibowo, M. A., & Kistiani, F. (2016). Analisa Percepatan Proyek Method Crash
Program (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Mixed Use Sentraland). Jurnal Karya Teknik Sipil, 5(2),
148–158.
Assaf, S. A., & Al-Hejji, S. (2006). Causes of delay in large construction projects. International Journal of Project
Management, 24(4), 349–357. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2005.11.010
Durdyev, S., & Hosseini, M. R. (2020). Causes of delays on construction projects: a comprehensive list. International
Journal of Managing Projects in Business, 13(1), 20–46. https://doi.org/10.1108/IJMPB-09-2018-0178
Hakim, A. L., Yulianto, T., & Nugroho, M. W. (2023). Optimalisasi Waktu dan Biaya Menggunakan Metode
Crashing Program pada Proyek Gedung BPJS Tulungagung. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 8(1), 241.
https://doi.org/10.28926/briliant.v8i1.1083
Hutahaen, A., Budi Nugroho, A. S., & Muslikh. (2022). Faktor – Faktor Keterlambatan Proyek Konstruksi Di Papua.
Teknisia, 27(1), 1–11. https://doi.org/10.20885/teknisia.vol27.iss1.art1
Idrees, S., & Shafiq, M. T. (2021). Factors for Time and Cost Overrun in Public Projects. Journal of Engineering,
Project, and Production Management, 11(3), 243–254. https://doi.org/10.2478/jeppm-2021-0023
Islam, M. S., & Trigunarsyah, B. (2017). Construction Delays in Developing Countries: A Review. Journal of
Construction Engineering and Project Management, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.6106/jcepm.2017.3.30.001
Larsen, J. K., Shen, G. Q., Lindhard, S. M., & Brunoe, T. D. (2016). Factors Affecting Schedule Delay, Cost Overrun,
and Quality Level in Public Construction Projects. Journal of Management in Engineering, 32(1).
https://doi.org/10.1061/(asce)me.1943-5479.0000391
Ningrum, F. G. A., Hartono, W., & Sugiyarto. (2017). Penerapan Metode Crashing Dalam Percepatan Durasi Proyek
Dengan Alternatif Penambahan Jam Lembur Dan Shift Kerja (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Hotel Grand
Keisha, Yogyakarta). E-Jurnal Matriks Teknik Sipil, 583–591.
Rauzana, A., & Dharma, W. (2022). Causes of delays in construction projects in the Province of Aceh, Indonesia.
PLoS ONE, 17(1 January), 1–12. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263337
Rita, E., Carlo, N., & Nandi. (2022). Penyebab Dan Dampak Keterlambatan Pekerjaan Jalan Di Sumatera Barat
Indonesia. Jurnal Rekayasa, 11(1), 27–37. https://doi.org/10.37037/jrftsp.v11i1.94
Samarah, A., & Bekr, G. A. (2016). Causes and Effects of Delay in Public Construction Projects in Jordan. American
Journal of Engineering Research (AJER), 5, 87–94. www.ajer.org
Sambasivan, M., & Soon, Y. W. (2007). Causes and effects of delays in Malaysian construction industry.
International Journal of Project Management, 25(5), 517–526. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2006.11.007
Shehata, M. E., & El-Gohary, K. M. (2011). Towards improving construction labor productivity and projects’
performance. Alexandria Engineering Journal, 50(4), 321–330. https://doi.org/10.1016/j.aej.2012.02.001

Turkoglu, H., Polat, G., Damci, A., & Akin, F. D. (2020). Project Crashing with Crash Duration Consumption Rate:
An Illustrative Example. Proceedings of the Creative Construction E-Conference (2020) 046, 56–64.
https://doi.org/10.3311/ccc2020-046

Wijaya, M. A., & Widiasanti, I. (2024). Analisis Keterlambatan Proyek PT. PP Persero Tbk Pada Pembangunan Gedung MRT Dengan Menggunakan Lean Six Sigma Framework. Jurnal Talenta Sipil, 7(1), 283. https://doi.org/10.33087/talentasipil.v7i1.436