Dwi Budi Winarno*, Ni Nyoman Nepi Marleni, Johan Syafri Mahathir Ahmad*
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Contact Person: dwibudiwinarno@mail.ugm.ac.id; johan.syafri.ma@ugm.ac.id
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak skenario peralihan moda transportasi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan tutupan lahan yang salah satunya adalah deforestasi sebagai parameter perubahan pada tutupan lahan. Dalam penelitian ini skenario utama
yang dikaji adalah, peralihan 20% kendaraan pribadi ke moda transportasi publik berbasis listrik dengan tingkat deforestasi 2% sebagai parameter pengaruh perubahan tutupan lahan. Analisis dilakukan secara kuantitatif berdasarkan pemodelan emisi sektoral dan efisiensi biaya mitigasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada skenario deforestasi 2%, total emisi pada tahun 2024 mencapai 5.901,21 Gg CO₂-eq, dengan sektor energi dan pertanian sebagai penyumbang utama emisi, sementara sektor kehutanan menunjukkan peran penting sebagai penyerap karbon. Penerapan skenario peralihan 20% kendaraan pribadi ke moda transportasi publik berbasis listrik mampu menurunkan emisi sebesar 8,49% (tanpa deforestasi) dan 7,37% (dengan deforestasi), dengan biaya mitigasi berkisar Rp8,7–10 juta per Gg CO₂-eq. Temuan ini menunjukkan bahwa elektrifikasi transportasi merupakan strategi transisi energi yang efektif dan efisien di wilayah urban seperti DIY, terutama jika didukung dengan kebijakan konservasi kawasan hijau. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan rendah karbon berbasis integrasi lintas sektor.
REFERENSI
Apriliyanti, A., & Randelli, F. (2020). Implementation of Community‑Based Ecotourism through Waste Management: The Study Case of Sukunan Tourism Village, Yogyakarta, Indonesia. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies.
Austin, K.G., Schwantes, A., Gu, Y., and Kasibhatla, P.S. (2015). “What causes deforestation in Indonesia?”
Environmental Research Letters, 10(2), 024007.
Sobanjo, J., Asce, M., Mtenga, ; Primus, & Rambo-Roddenberry, M. (2010). “Reliability-Based Modeling of Bridge Deterioration Hazards”. Journal of Bridge Engineering. https://doi.org/10.1061/ASCEBE.1943-5592.0000074
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). (2019). Low Carbon Development: A Paradigm Shift
Towards a Green Economy in Indonesia. Jakarta.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka 2023. Yogyakarta.
Bappeda DIY. (2021). Kajian Strategis Emisi GRK DIY dalam Mendukung RPJMD dan RAN-GRK. Yogyakarta.
BAPPENAS (2019). Low Carbon Development: A Paradigm Shift Towards a Green Economy in Indonesia. Jakarta:
Kementerian PPN/BAPPENAS
BAPPENAS. (2020). Kajian Pengembangan Transportasi Rendah Karbon di Indonesia. Jakarta.
Busch, J., Engelmann, J., Cook-Patton, S.C., Griscom, B.W., Kroeger, T., Possingham, H., and Shyamsundar, P.
(2019). “Potential for low-cost carbon dioxide removal through tropical reforestation.” Nature Climate Change, 9(6),
463–466.
Clean Tourism Movement (2025). Transforming Bali’s Beaches for a Sustainable Future.
Dewi, S., Khasanah, N., Rahayu, S., Ekadinata, A., and van Noordwijk, M. (2018). “Mitigating greenhouse gas
emissions through conservation of peat swamp forests in Indonesia.” Mitigation and Adaptation Strategies for Global
Change, 23, 203–222.
Edi Rusdiyanto, Sumartono, Munawir, A., et al. (2023). “Sustainable Settlement Area: Threats of Environmental
Change Due to Yogyakarta International Airport.” Research Square (Preprint), 17 February.
Firdaus, F. (2019). Jejak Karbon Sektor Energi D.I. Yogyakarta dan Rekomendasi Jumlah Pohon yang Harus
Ditanam untuk Reduksi Emisi Gas CO₂. Yogyakarta.
Griscom, B.W., Adams, J., Ellis, P.W., Houghton, R.A., Lomax, G., Miteva, D.A., et al. (2017). “Natural climate
solutions.” Proceedings of the National Academy of Sciences, 114(44), 11645–11650.
Hu, M., Zhang, Y., & Xu, X. (2023). Urbanization, Energy Consumption and CO₂ Emissions: A Global Analysis
Using the STIRPAT Model. Sustainability, 16(18), 7878. https://doi.org/10.3390/su16187878
Institute for Transportation & Development Policy (ITDP). (2019). Buy the Service (BTS): Pendekatan Baru
Layanan Transportasi Umum di Indonesia. Jakarta. Retrieved from https://itdp-indonesia.org
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas
Inventories: Volume 2 – Energy. Geneva.
IPCC. (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories: Volume 4 – AFOLU (Agriculture,
Forestry and Other Land Use). Geneva.
IPCC. (2014). Climate Change 2014: Mitigation of Climate Change. Geneva. (Online)
IPCC. (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Geneva. (Online)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2023). Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan
Iklim (SRN-PPI). Jakarta.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk Teknis Pelaksanaan Layanan Buy The Service
(BTS) Tahun Anggaran 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Kurnianto, S., et al. (2020). “Potensi serapan karbon oleh hutan sekunder di Pulau Jawa.” Jurnal Kehutanan Tropis,
18(1).
Murdiyarso, D., Dewi, S., Lawrence, D., and Seymour, F. (2011). Indonesia’s Forest Moratorium: A Stepping Stone
to Better Forest Governance? CIFOR.
Nguyen, T.A., Le, H.Q., Bui, H.M., and Tran, M.T. (2020). “Cost-benefit analysis of electric bus adoption in Hanoi.” Journal of Cleaner Production, 274, 122987.