Freshia Puspa Sari Dewi*, Fatchan Nurrochmad, Rachmad Jayadi1
1Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: freshiapuspasaridewi@mail.ugm.ac.id
Produktivitas sawah di Kabupaten Gunungkidul relatif rendah karena ketersediaan air terbatas dan jenis tanah yang memiliki laju perkolasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas sawah tanpa perkolasi yang menggunakan geomembran sebagai lapisan kedap air yang dipasang di bawah zona perakaran tanaman. Penelitian dilakukan pada 20 petak sawah dengan luas total 734 m² di Kalurahan Grogol Kapanewon Paliyan Kabupaten Gunungkidul. Seluruh petak dipersiapkan dengan pemasangan geomembran berketebalan 0.2 mm. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata sawah tanpa perkolasi sebesar 9,67 ton/ha gabah kering giling (GKG), jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Gunungkidul tahun 2024 sebesar 3,76 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2025a). Pemasangan geomembran yang dikombinasikan dengan praktik budidaya seperti sistem tanam jajar legowo, pemupukan, dan pengendalian hama terbukti berpotensi meningkatkan produktivitas padi pada lahan kering.
REFERENSI
Adi, D. D., Lubis, I., Suwarto, S., & Sugiyanta, S. (2019). Determination of the Optimum Rates for N, P, and K
Fertilizer for Upland Rice Variety “IPB 9G.” Journal of Tropical Crop Science, 6(03), 164–173.
https://doi.org/10.29244/jtcs.6.03.164-173
Agusman, & Maas, A. (2006). Karakterisasi Tanah-tanah Berwarna Hitam Hingga Merah di Atas Formasi Karst
Kabupaten Gunung Kidul. Universitas Gadjah Mada.
Atapattu, A. J., Prasantha, B. D. R., Amaratunga, K. S. P., & Marambe, B. (2018). Increased rate of potassium
fertilizer at the time of heading enhances the quality of direct seeded rice. Chemical and Biological
Technologies in Agriculture, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s40538-018-0136-x
Badan Pusat Statistik. (2025a). Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
DI Yogyakarta, 2024.
Badan Pusat Statistik. (2025b). Produktivitas Padi Nasional Tahun 2024.
Diana, S., Yulhasmir, Y., & Wijaya, A. (2022). Peran pupuk N, P, dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman
utama padi ratun. AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 9(2), 351–364.
Legowo, D. Y. H., Nurrochmad, F., & Pratiwi, E. P. A. (2020). Analysis of Water-Saving Irrigation with Organic
Materials at Different Percentages for Rice Cultivation. Journal of the Civil Engineering Forum, 6(1), 157.
https://doi.org/10.22146/jcef.53191
Mulyanto, D., Subroto P.S., S., & Lukito, H. (2011). Genesis Pedon Tanah yang Berkembang di Atas Batuan
Karbonat Wonosari Gunungkidul. Forum Geografi, 25(2), 100. https://doi.org/10.23917/forgeo.v25i2.5038
Nutrien eKonomics. (2023). Rice Development and Growth Staging. https://nutrien-ekonomics.com/news/ricedevelopment-and-growth-staging/
Payman, G., Raghu, P., Reddy, R., Srinivas, A., Reddy, S. N., & Madhavi, A. (2017). Accumulation of Nutrients
(NPK) at Different Growth Stages of Machine Transplanted Rice (Oryza sativa L.) Under Different Levels of
Nitrogen and Split Schedules. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci, 4(4), 172–181. http://www.ijcmas.com
Wirawan, K. A., Susrusa, B. I. K., & Ambarawati, I. G. A. (2014). Analisis produktivitas tanaman padi di Kabupaten
Badung Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, 2(1), 76–90.