Mardewi Jamal*, Ika Meicahayanti, Tamrin1, Agus Maryono, Sharadiva Helia Putri
1Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda, INDONESIA
2Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda, INDONESIA
3Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA
*Corresponding author: wie.djamal@gmail.com
Penduduk Kecamatan Sepaku mencapai 40.322 jiwa, meningkat sebesar 1,47% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 39.738 jiwa. Meskipun demikian, ketersediaan air bersih masih belum merata di seluruh wilayah. Sumber air yang digunakan masyarakat 21,2% masyarakat menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum. Sisanya memanfaatkan sumber air alternatif seperti air sumur, air hujan, dan air sungai. Sumber air alternatif sebagai air bersih perlu mempertimbangkan aspek kuantitas, kontinuitas, dan terutama kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas dari sumber air alternatif yang digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu langkah dalam mengimplementasikan teknologi Pemanen Air Hujan di Kecamatan Sepaku. Sampling air hujan, air sumur, dan air Perumdam mengacu pada SNI 8995:2021, sedangkan khusus untuk pengambilan sampel mikrobiologi mengacu pada SNI 9063:2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode grab sampling, kemudian dilakukan pengujian secara in situ dan ex situ. Analisis parameter kualitas air secara ex situ akan mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 untuk Keperluan Higiene dan Sanitasi. Hasil pengujian terhadap sumber air alternatif yang digunakan oleh masyarakat menunjukkan bahwa air hujan lebih layak sebagai sumber alternatif di Kecamatan Sepaku dibandingkan air sumur. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai kualitas dari sumber air baku yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif air bersih.
REFERENSI
Alfiandy, S., Permana, D. S., Nugraha, M. S., & Aulia Putri, I. J. (2021). “Analisis Kimia Dan Kualitas Air Hujan
Di Kota Palu Sebagai Penyebab Terjadinya Hujan Asam”. Jurnal Riset Kimia, 12(1), 10–18.
Barus, B. S., Aryawati, R., Putri, W. A. E., Nurjuliasti, E., Diansyah, G., & Sitorus, E. (2019). “Hubungan N-Total
dan C-Organik Sedimen Dengan Makrozoobentos di Perairan Pulau Payung, Banyuasin, Sumatera Selatan”.
Jurnal Kelautan Tropis, 22(2), 147.
BPS. (2024). Kecamatan Sepaku dalam Angka 2024.
Chefany, H. F., Nugroho, M. R., Jannah, R. R., Annisa, U., & Fatmawati. (2024). “Ketersediaan Air Bersih dan
Kondisi Iklim (Studi Krisis Air di Nusa Tenggara Timur)”. Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan
Humaniora, 3(4).
Isyanto, P., & Mulyadi, D. (2020). “Kajian Analisis Kebutuhan Air Bersih Bagi Warga Masyarakat dan Perusahaan
(Studi Pada Kecamatan Ciampel, Kecamatan Klari dan Kecamatan Purwarasi)”. Buana Ilmu, 5(1), 49–66.
Khayan, K., Heru Husodo, A., Astuti, I., Sudarmadji, S., & Sugandawaty Djohan, T. (2019). “Rainwater as a Source
of Drinking Water: Health Impacts and Rainwater Treatment”. Journal of Environmental and Public Health,
2019.
Muktiningsih, S. D., & Putri, D. M. A. R. M. S. (2021). “Study Of The Potential Use Of Rainwater As Clean Water
With Simple Media Gravity Filters: A Review”. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science,
733(1).
Ramadhani, J., Asrifah, D. R. ., & Widiarti, I. W. (2019). “Pengolahan Air Lindi Menggunakan Metode Constructed
Wetland di TPA Sampah Tanjungrejo”. Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian, 1(2), 1–8.
Rasid, M., Pramaningsih, V., & Isworo, Y. (2024). “Efektivitas Variasi Ukuran Mesh Arang Aktif Tempurung Kelapa
Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Sumur Dengan Metode Filtrasi”. 12(4), 1100–1105.
Setioningrum, R. N. K., Sulistyorini, L., & Rahayu, W. I. (2019). “Gambaran Kualitas Air Bersih Kawasan Domestik
Di Jawa Timur Pada Tahun 2019″. 87–94.
Yushananta, P. (2021). “Tinjauan Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Pada Sistem Rain Water Harvesting
(RWH)”. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(1), 40.